SURAKARTA, ifakta.co – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam pengembangan program Campuspreneur. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, selama dua hari Rabu (1/4) hingga Kamis (2/4).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, serta Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag, Ir. Johni Martha. Pada hari kedua, Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso dijadwalkan turut hadir.
Dalam sambutannya, Prof. Irwan menyampaikan bahwa tahun ini UNS memasuki usia ke-50 atau momentum Dies Natalis Emas.
Iklan
Sebagai perguruan tinggi komprehensif dengan 14 fakultas dan dua sekolah, UNS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk mendukung sektor perdagangan dan kewirausahaan.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Bahkan sejak awal, UNS menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung, baik dari sisi fasilitas, sumber daya, maupun kolaborasi program. Hal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penguatan ekosistem kewirausahaan di Indonesia,” terang Prof. Irwan, seperti dalan laman UNS, Rabu (1/4).
Ia juga menyoroti bahwa rasio wirausaha di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3 persen, tertinggal dibandingkan negara maju yang telah melampaui 10 persen. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha, khususnya yang berorientasi ekspor.
Di UNS, pengembangan kewirausahaan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni kegiatan kemahasiswaan yang mendorong lahirnya wirausaha muda, serta peran dosen dan lembaga seperti LPPM dalam mengembangkan inovasi dan hilirisasi produk.
“Kami memandang kegiatan Campuspreneur ini sebagai program yang sangat strategis dan perlu kita sukseskan bersama. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global,” imbuhnya.
Sementara itu, Ir. Johni Martha menyampaikan bahwa program Campuspreneur merupakan upaya untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis kampus.
Program ini dirancang untuk memberikan pembekalan menyeluruh, mulai dari pengembangan ide bisnis, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran di era digital.
Melalui sinergi antara Kemendag dan UNS, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan entrepreneur expo yang menampilkan produk dan jasa mahasiswa, alumni, serta UMKM binaan perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, dilakukan kurasi produk oleh ritel modern, diskusi panel, serta coaching clinic terkait penguatan branding, perizinan usaha, dan kesiapan ekspor.
Diskusi panel menghadirkan narasumber dari Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan, asosiasi ritel modern seperti APRINDO dan HIPPINDO, serta akademisi UNS.
Sementara pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis antara Kemendag dan berbagai perguruan tinggi dalam implementasi tridarma di bidang perdagangan.
Selain itu, akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor serta letter of intent dengan ritel modern.
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi Program Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor oleh Menteri Perdagangan RI.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan business matching, pitching bersama perwakilan perdagangan luar negeri, serta pameran lanjutan produk mahasiswa.
(naf/kho)


