JAKARTA, ifakta.co – Universitas Indonesia (UI) memperluas jejaring internasional melalui kunjungan strategis ke Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce di Tiongkok. Kunjungan yang dipimpin langsung Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri di tingkat global.
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UI didampingi sejumlah pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni Prof. Dr. Hamdi Muluk, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Prof. Dr. dra. Retno Kusumastuti Hardjono, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Dr. Untung Yuwono, serta Direktur Internasionalisasi Pendidikan Fadhilah Muslim.
Delegasi UI disambut oleh President Liu Haijing dan Executive President Huang Yuhong. Pertemuan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pertukaran akademik, pengembangan talenta unggul, hingga integrasi hasil riset dengan kebutuhan industri.
Iklan
President Liu Haijing menilai kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan platform terintegrasi berbasis strategi “3+2+1” yang menitikberatkan pada internasionalisasi, transformasi digital, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing secara global.
“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi dengan Universitas Indonesia, khususnya dalam menghubungkan kekuatan akademik dengan kebutuhan industri. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka lebih banyak peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, dan inovasi bersama,” ungkapnya dalam laman UI.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, keterbukaan Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce menjadi peluang strategis bagi UI sebagai perguruan tinggi riset untuk mendorong hilirisasi inovasi.
“UI berharap kerja sama ini dapat berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang aplikatif, membangun talenta berdaya saing global, serta memperkuat hubungan ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.
Selain itu, perwakilan industri Li Xiaowei yang juga menjabat Executive Vice President asosiasi sekaligus Chairman Xinxun Group, mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Tiongkok saat ini berada dalam kondisi yang baik.
Ia juga memaparkan perkembangan bisnisnya di sektor riset dan industri chip yang telah berjalan selama tiga tahun di Jakarta dan Tangerang.
Melalui kolaborasi dengan UI, Li Xiaowei berharap terbuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk program magang, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan teknologi bersama.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bahwa kolaborasi antara institusi akademik dan industri memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama UI dan mitra industri di Tiongkok akan diarahkan pada program konkret yang mendukung integrasi riset, penguatan talenta digital, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan di tingkat global.
(naf/kho)



