JAKARTA, ifakta.co – Ignasius Jonan resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC). Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (27/3/2026).

Pengunduran diri Jonan dilakukan setelah menuntaskan perannya dalam mendorong transformasi dan perbaikan kinerja perusahaan sejak bergabung pada 2021.

Selama masa kepemimpinannya, Anabatic mencatat sejumlah perbaikan fundamental. 

Iklan

Mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin operasional, hingga restrukturisasi keuangan yang lebih sehat.

Perusahaan juga menunjukkan tren kinerja positif dalam empat tahun terakhir. Hal tersebut tercermin dari kondisi neraca yang semakin solid, termasuk pengelolaan laba ditahan yang mendekati titik impas.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat menjadi bagian dari perjalanan transformasi Anabatic Technologies. Kami membangun fondasi kuat melalui tata kelola, disiplin keuangan, serta fokus pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Jonan dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Pengunduran diri tersebut akan efektif setelah masa transisi hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Presiden Direktur Anabatic Technologies, Harry Surjanto Hambali, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jonan selama hampir lima tahun terakhir.

“Kami berterima kasih atas bimbingan dan kontribusi terbaik beliau selama masa kepemimpinannya,” kata Harry.

Dalam RUPSLB yang sama, perseroan juga membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Salah satunya terkait obligasi yang diterbitkan perusahaan dengan opsi penyelesaian tunai maupun konversi saham. Obligasi tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 11 Juli 2026 dengan nilai sekitar Rp 559,99 miliar.

Pada 29 Januari 2026, TIS Inc. selaku pemegang obligasi memilih penyelesaian secara tunai. Sementara itu, posisi kas perusahaan per September 2025 tercatat sebesar Rp 445,29 miliar.

Untuk menjaga likuiditas dan memastikan kelangsungan operasional, manajemen memutuskan melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis Anabatic Technologies ke depan, seiring upaya perusahaan melanjutkan fase pertumbuhan pasca-transformasi.

(AMN)