JAKARTA, ifakta.co – Hasil exit poll pemilu Israel yang diperbarui pada Rabu (28/10) pagi WIB menunjukkan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul tipis. Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk memastikan Netanyahu memperoleh mayoritas kursi di parlemen.
CNN melaporkan, hasil sementara dari tiga lembaga survei utama Israel memperlihatkan pergeseran tipis yang menguntungkan kubu Netanyahu setelah pemungutan suara. Meski demikian, persaingan dengan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot masih berlangsung ketat.
Data terbaru Channel 12 News Israel menunjukkan blok sayap kanan dan ultra-Ortodoks yang mendukung Netanyahu diproyeksikan meraih 52 kursi. Sementara itu, blok oposisi pimpinan Eisenkot diperkirakan memperoleh 49 kursi.
Iklan
Pada saat yang sama, perolehan kursi partai-partai Arab meningkat menjadi 19 kursi. Angka tersebut bertambah satu kursi dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Dalam persaingan antarpartai, Likud yang dipimpin Netanyahu juga unggul atas Yashar, partai pimpinan Eisenkot. Exit poll Channel 12 memperkirakan Likud memperoleh 27 kursi, sedangkan Yashar meraih 21 kursi.
Meski unggul dalam proyeksi tersebut, Netanyahu masih menghadapi tantangan untuk membentuk pemerintahan. Bloknya belum mencapai ambang mayoritas 61 kursi yang diperlukan untuk menguasai Knesset.
Eisenkot juga belum memiliki dukungan mayoritas mutlak. Untuk menggulingkan Netanyahu melalui pembentukan pemerintahan baru, blok oposisi perlu menjajaki kerja sama dengan partai-partai Arab.
Sementara itu, hasil exit poll dari Channel 13 dan Channel 11 News menunjukkan persaingan yang lebih seimbang. Kedua lembaga tersebut memproyeksikan blok Netanyahu dan blok Eisenkot sama-sama memperoleh 51 kursi.
Dalam proyeksi kedua lembaga itu, partai-partai Arab diperkirakan mengamankan total 18 kursi. Perbedaan angka antarlembaga survei menunjukkan bahwa peta kekuatan politik Israel masih belum sepenuhnya pasti.
Di tengah hasil sementara yang ketat tersebut, Netanyahu justru menyatakan kemenangan kepada para pendukungnya pada Rabu (28/10). Ia mengklaim Likud bersama partai-partai sayap kanan telah memenangkan suara mayoritas dan akan membentuk pemerintahan sayap kanan.
“Yang kita lihat adalah bahwa Partai Likud merupakan partai terbesar. Tidak ada yang bisa menyaingi kami. Blok kanan memiliki mayoritas, dan mayoritaslah yang menentukan,” kata Netanyahu.
Pernyataan Netanyahu tersebut disampaikan ketika sejumlah exit poll masih menunjukkan blok pendukungnya belum mencapai 61 kursi. Karena itu, pembentukan pemerintahan berikutnya masih bergantung pada hasil akhir pemilu dan kemampuan masing-masing blok membangun dukungan di parlemen.
(tio/tio)
























