BROOKLYN, ifakta.co — Huawei kembali menghadapi tekanan hukum di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu akan menjalani persidangan federal di Brooklyn terkait dugaan pencurian rahasia dagang dari lima perusahaan teknologi AS.

Jaksa AS juga menuding Huawei berbohong mengenai aktivitasnya di Korea Utara serta memasok perangkat pengawasan kepada Iran yang diduga digunakan untuk memantau demonstran dalam aksi anti-pemerintah 2009 di Teheran.

Pemilihan juri dijadwalkan dimulai Selasa. Persidangan ini menjadi salah satu perkara besar yang sejak awal menempatkan Huawei di tengah rivalitas teknologi Washington dan Beijing.

Iklan

Kasus tersebut bermula pada 2018 ketika Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Vancouver, Kanada. Penangkapan itu memicu krisis diplomatik antara AS, Tiongkok, dan Kanada.

Kini, perkara Huawei kembali bergulir ketika perang teknologi kedua negara telah melebar dari perangkat telekomunikasi ke sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI). Bagi Huawei, persidangan ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyangkut posisi perusahaan dalam persaingan teknologi global.

(fa/fz)

Iklan