CILEGON, ifakta.co – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan untuk mencetak prestasi olahraga di tingkat nasional.

Menurut Andra, proses melahirkan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak dini melalui kompetisi yang rutin, latihan berkesinambungan, serta penguatan mental bertanding.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat membuka Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) VIII Banten 2026 di Islamic Center Cilegon, Kota Cilegon, Sabtu (29/8/2026).

Iklan

“PON 2032 memang masih beberapa tahun ke depan. Tetapi, proses mencetak juara harus dimulai dari sekarang,” ujar Andra.

Ia mengatakan, POMPROV tidak semata-mata menjadi ajang perebutan medali. Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet dan talenta muda, khususnya mahasiswa di Provinsi Banten.

“POMPROV bukan sekadar arena kompetisi untuk meraih medali dan prestasi. Lebih dari itu, POMPROV Banten 2026 merupakan wahana pembinaan atlet dan talenta muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat juang yang tinggi,” katanya.

Andra berharap para atlet mahasiswa dapat menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat pengalaman dan mental bertanding.

POMPROV Banten 2026 juga diarahkan menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi sejumlah ajang olahraga nasional. Para atlet berpotensi diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Banten pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027 di Palembang, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Andra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan POMPROV Banten 2026. Ia berharap kompetisi tersebut mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus melahirkan atlet yang dapat mengharumkan nama Banten di tingkat nasional.

“Mari kita jadikan POMPROV Banten 2026 dan berbagai kejuaraan mahasiswa sebagai fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid menilai kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam mengukur perkembangan dan kesiapan seorang atlet.

Menurut Agus, latihan yang rutin dan dukungan pelatih berkualitas harus berjalan beriringan dengan kesempatan bertanding yang memadai.

“Sang juara ini bukan faktor kebetulan. Jurusnya ada dua. Pertama, latihan yang rutin dan berkesinambungan serta didampingi pelatih hebat. Kedua, yang tidak kalah penting, adalah kompetisi seperti hari ini,” kata Agus.

Ia berharap seluruh pertandingan POMPROV Banten 2026 dapat berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga bagi para atlet mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan, termasuk dalam membangun mental bertanding sebelum menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

“Jadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran menuju prestasi yang lebih gemilang,” tuturnya.

POMPROV Banten 2026 berlangsung pada 29 Agustus hingga 5 September 2026. Ajang olahraga mahasiswa tersebut diikuti 1.270 atlet dari 38 perguruan tinggi se-Provinsi Banten dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga.

Melalui kompetisi tersebut, Pemprov Banten bersama KONI Banten mendorong pembinaan atlet mahasiswa agar berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi atlet Banten menuju berbagai kompetisi olahraga tingkat nasional.

(sib/lex)

Iklan