JAKARTA, ifakta.co – Partai Gerindra menegaskan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap solid dalam menjalankan roda pemerintahan. Partai berlambang kepala garuda itu juga meminta publik tidak menggiring spekulasi terkait posisi duduk keduanya saat Sidang Kabinet Paripurna.
Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi mengatakan, isu mengenai posisi duduk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang tidak berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, pengaturan tersebut semata-mata merupakan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
“Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak,” kata Bambang di Jakarta, Rabu.
Iklan
Ia menegaskan, selama ini Presiden Prabowo memberikan ruang kepada Gibran untuk menjalankan berbagai tugas pemerintahan. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke berbagai daerah guna menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau pelaksanaan program pemerintah atas nama Presiden.
“Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres,” ujarnya.
Bambang juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berupaya menggambarkan hubungan Presiden dan Wakil Presiden seolah-olah tidak harmonis. Menurutnya, Prabowo dan Gibran tetap bekerja secara sinergis dalam menjalankan pemerintahan.
“Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra tersebut.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberikan penjelasan terkait posisi duduk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang tidak berdampingan saat Sidang Kabinet Paripurna (SKP) pada Senin (20/7).
Prasetyo menegaskan, pengaturan tempat duduk tersebut dilakukan karena kebutuhan teknis saat Presiden Prabowo menyampaikan pemaparan mengenai berbagai program pemerintah yang didukung data melalui perangkat teleprompter.
“Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).
Ia menambahkan, posisi Presiden yang berada di tengah ruangan merupakan bagian dari penyesuaian teknis agar penyampaian materi berjalan efektif.
“Kalau saudara-saudara perhatikan, Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata,” imbuhnya.
Penjelasan tersebut sekaligus menepis berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik mengenai hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah maupun Partai Gerindra sama-sama menegaskan bahwa keduanya tetap bekerja secara kompak dan saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.
(mam/my)



