TANGERANG, ifakta.co – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang mencatat realisasi penerimaan pajak daerah hingga triwulan II tahun 2026 mencapai Rp2,093 triliun. Angka tersebut setara dengan 49,36 persen dari target penerimaan pajak daerah tahun ini yang dipatok sebesar Rp4,240 triliun.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran, Bapenda masih harus mengejar penerimaan sekitar Rp2,147 triliun pada semester kedua agar target pendapatan pajak daerah 2026 dapat tercapai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Syaifullah, mengatakan capaian tersebut menjadi modal positif untuk mengoptimalkan penerimaan pajak hingga akhir tahun.

Iklan

“Kami optimistis target pendapatan masih dapat dikejar melalui optimalisasi seluruh sektor pajak daerah,” katanya, Rabu (15/7).

Menurut Syaifullah, Bapenda terus memperkuat berbagai strategi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperluas basis pajak, serta memaksimalkan pengawasan terhadap seluruh potensi penerimaan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kabupaten Tangerang, Zam Zam Manohara, menjelaskan sejumlah sektor pajak telah membukukan realisasi di atas rata-rata capaian keseluruhan.

“Pajak Hotel menjadi penyumbang dengan persentase realisasi tertinggi, yakni 67,57 persen, disusul Pajak Hiburan 65,36 persen,” ujarnya.

Selain itu, Pajak Penerangan Jalan telah mencapai realisasi sebesar 59,42 persen. Kemudian, Pajak Restoran terealisasi 59,39 persen, Pajak Reklame 57,92 persen, Pajak Parkir 57,66 persen, serta Pajak Air Bawah Tanah mencapai 52,03 persen.

Di sisi lain, masih terdapat beberapa jenis pajak yang memerlukan percepatan penerimaan pada semester kedua tahun ini.

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru mencapai 48,44 persen. Sementara itu, Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat 45,59 persen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 45,38 persen, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai 42,41 persen.

BPHTB menjadi jenis pajak dengan tingkat realisasi terendah hingga pertengahan Juli 2026.

“Kami akan terus mengoptimalkan berbagai strategi untuk mendorong peningkatan penerimaan pada semester kedua tahun ini,” kata Zam Zam.

(sib/lex)

Iklan