JAKARTA, Ifakta.co – Pemerintah Indonesia mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh instansi yang dinilai lambat atau menghambat proses investasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan ekstrem, termasuk memotong anggaran Kementerian, Lembaga (K/L), maupun Pemerintah Daerah (Pemda) yang tidak patuh.

Langkah tegas ini diambil demi mengawal keputusan Satgas Debottlenecking satuan tugas khusus yang dibentuk untuk mengurai sumbatan-sumbatan investasi di tanah air. Terlebih, proses ini dipantau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Iklan

“Proses ini dipantau langsung oleh Presiden sehingga setiap keputusan yang telah ditetapkan harus dilaksanakan,” ujar Purbaya dalam pertemuannya dengan para pelaku usaha di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Pernyataan keras Menkeu Purbaya keluar saat dirinya berdialog dengan para investor kawakan dan perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan yang tergabung dalam KOCHAM Indonesia (Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia).

Purbaya memastikan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berusaha bagi para investor asing. Oleh karena itu, ego sektoral antar-lembaga atau daerah tidak boleh lagi menjadi batu sandungan.

“Saya sekarang menjabat sebagai Menteri Keuangan. Jika ada pemerintah daerah atau kementerian yang menyimpang dari keputusan Satgas Debottlenecking, saya akan memangkas anggaran mereka,” jelas Purbaya tanpa tedeng aling-aling.

Ketegasan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah ingin penyelesaian hambatan investasi dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga kini terus diperketat agar realisasi investasi di lapangan bisa langsung tancap gas.

Meskipun tantangan global membayangi, Menkeu optimistis Indonesia tetap memegang daya tarik kuat di mata dunia internasional berkat indikator ekonomi yang terus menunjukkan tren positif.

“Dengan berbagai indikator ekonomi yang positif, pemerintah optimistis Indonesia akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan sekaligus mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang,” pungkasnya.

(fa/fza)

Iklan