BANDUNG, ifakta.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengumumkan hadiah sebesar 250 juta rupiah bagi siapa pun yang menemukan Taufik Hidayat (30). Berikut ciri-ciri Taufik Hidayat yang kini diburu aparat terkait dugaan penyiksaan dan penyekapan terhadap Yuvita Tri Rezeki (26).
Uang ratusan juta itu akan diberikan kepada siapa saja yang memberikan informasi akurat mengenai keberadaan buronan tersebut kepada aparat atau membantu hingga yang bersangkutan berhasil diamankan.
“Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap,” katanya.
Iklan
Berdasarkan foto yang beredar, ciri-ciri Taufik Hidayat adalah sebagai berikut:
- Alis kiri bergaris (paling menonjol): terdapat guratan atau garis putus vertikal yang cukup jelas pada bagian tengah hingga ujung alis sebelah kiri (bisa berupa bekas luka atau gaya cukuran rambut alis).
- Bentuk wajah: oval dengan dagu sedikit tegas dan tulang pipi yang tidak terlalu menonjol.
- Gaya rambut: potongan undercut atau tipis di bagian samping, dengan rambut bagian atas berwarna hitam dan dibiarkan lebih panjang (pada foto terlihat mengarah/jatuh ke sisi kanan wajahnya).
- Mata: memiliki kelopak mata ganda (double eyelid) yang cukup tegas dengan sorot mata yang lurus.
- Hidung: proporsional, cenderung lurus dengan cuping hidung yang agak lebar di bagian bawah.
- Bentuk bibir: berukuran sedang dengan bagian bibir bawah sedikit lebih tebal daripada bibir atas; warna bibir cenderung agak gelap.
- Telinga: bentuk telinga sedikit lebar dan agak mencuat ke samping (prominent ears).
- Warna kulit: sawo matang khas Indonesia.
Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Jawa Barat dan seluruh warga Indonesia untuk berpartisipasi membantu aparat dalam menemukan terduga pelaku. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat mempercepat proses penegakan hukum dan memberikan keadilan bagi korban.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku dan mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi melalui jalur resmi kepolisian.
Penyidik Polda Jabar sementara itu bakal meminta keterangan Yuvita Tri Rezeki (29) terkait penyekapan dan penyiksaan yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
“Kita terus melakukan evaluasi analisa pendalaman termasuk hari ini kita menjadwalkan, karena kami mendapatkan kabar bahwa korban Yuvita sudah membaik untuk itu kita akan memanfaatkan kondisi ini untuk meng-interview,” kata apolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di Bandung Barat, Selasa (23/6).
“Karena ini sangat besar sumbangsih nya, ada beberapa materi yang akan kami tanyakan kepada yang bersangkutan. tentunya kami tetap memerhatikan psikologis yang trauma besar, beliau korban dan ini harus kita jaga, jangan sampai pertanyaan pertanyaan tersebut mengganggu psikologisnya nanti berakibat kepada pengobatan. Tentunya informasi dari Yuvita sangat kita tunggu,” kata dia.
Terkait keberadaan pelaku, Rudi menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan penangkapan.
“Kami tidak menyampaikan secara teknis, yang pasti sampai kemanapun pelaku itu kita akan kejar,” kata dia.
Yuvita diduga dianiaya dan disekap kekasihnya berinisial TH selama tiga tahun di kamar kosnya wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perempuan 29 tahun mengalami luka berat seperti tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, hingga tidak bisa berjalan.
Kasus dugaan penganiayaan itu sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kakak korban, Melanie Silviani, mengatakan korban kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
“Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah,” kata Melanie dihubungi via pesan singkat, dilansir detikJabar, Kamis (18/6).
“Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur,” ungkapnya.
Menurut Melanie, korban merupakan adik kedua dari empat bersaudara. Saat ini korban sudah bisa berkomunikasi namun suaranya belum jelas.
“Bisa cuma belum jelas,” ujarnya.
Disinggung kata pertama yang diucapkan korban, Melanie menyebut adiknya minta maaf.
“Pertama yang diucapin minta maaf,” tuturnya.
Terkait penganiayaan dan penyekapan yang dialami korban, Melanie menyebut adiknya sempat tidak jujur dan menutup-nutupi kejadian yang menerpanya.
“Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang, kalau dia disiksa,” jelasnya.
(cin/my)



