1. Pengertian Paragraf
  2. Jenis-Jenis Paragraf
  3. Cara Menyusun Paragraf

3. Tanda Titik sebagai Pemisah Waktu

Dalam beberapa penulisan tertentu, tanda titik dapat memisahkan jam dan menit. Walaupun saat ini banyak orang menggunakan tanda titik dua (:), penggunaan titik tetap diperbolehkan dalam konteks tertentu.

Contoh:

  • Kereta berangkat pukul 05.45.
  • Pertandingan berakhir pada pukul 19.30.

4. Tanda Titik untuk Menunjukkan Jangka Waktu

Selanjutnya, tanda titik juga dapat menunjukkan durasi atau rentang waktu yang terdiri atas jam, menit, dan detik.

Iklan

Contoh:

  • Atlet tersebut menyelesaikan lomba dalam waktu 01.25.18.
  • Video dokumenter itu berdurasi 00.48.35.

5. Tanda Titik untuk Memisahkan Bilangan Ribuan

Dalam penulisan angka, tanda titik berfungsi memisahkan ribuan, jutaan, dan seterusnya. Dengan cara ini, pembaca dapat mengenali jumlah angka secara lebih cepat.

Contoh:

  • Perpustakaan sekolah memiliki 15.750 koleksi buku.
  • Panitia mencatat sebanyak 2.350 peserta dalam kegiatan tersebut.

Namun demikian, aturan ini tidak berlaku untuk angka yang menunjukkan tahun, nomor, atau kode tertentu.

Contoh:

  • Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945.
  • Ia lahir pada tahun 2008.

6. Tanda Titik dalam Daftar Pustaka

Dalam karya ilmiah, tanda titik membantu memisahkan unsur-unsur penting dalam daftar pustaka. Oleh sebab itu, penulisan sumber menjadi lebih sistematis.

Contoh:

Rahmawati, Dini. 2021. Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Bandung: Pustaka Nusantara.

7. Tanda Titik Tidak Digunakan pada Judul

Sebaliknya, penulis tidak perlu menambahkan tanda titik pada akhir judul artikel, karya tulis, tabel, grafik, maupun ilustrasi. Aturan ini membuat tampilan judul terlihat lebih bersih.

Contoh:

  • Cara Menulis Teks Eksposisi yang Baik
  • Grafik 2.1 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Sekolah
  • Panduan Menyusun Proposal Kegiatan

8. Tanda Titik Tidak Digunakan pada Kepala Surat

Selain itu, tanda titik juga tidak digunakan pada bagian kepala surat, alamat penerima, nama penerima, maupun tanggal surat.

Contoh:

Kepada

Kepala SMP Negeri 5 Banyumas

Jalan Jenderal Soedirman Nomor 12

Purwokerto

Kesimpulan

Secara umum, tanda titik berfungsi sebagai penanda akhir kalimat. Namun, selain itu, tanda baca ini juga berperan dalam penulisan daftar, bagan, waktu, bilangan, dan daftar pustaka. Sebaliknya, penulis tidak menggunakan tanda titik pada judul maupun kepala surat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aturan penggunaan tanda titik sangat penting agar tulisan menjadi lebih efektif, jelas, dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

(naf/lex)