YOGYAKARTA, ifakta.co – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan konsistensinya di tingkat regional. Kampus ini meraih peringkat tertinggi, 5-star plus, dalam Healthy University Rating System (HURS) yang diselenggarakan ASEAN University Network – Health Promotion Network. Capaian ini sekaligus menempatkan UGM sebagai salah satu kampus dengan implementasi promosi kesehatan terbaik di kawasan ASEAN.

Selain itu, penghargaan ini melanjutkan tren positif yang terus UGM pertahankan sejak 2022. Karena itu, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan program, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun lingkungan kampus yang sehat, aman, dan inklusif.

Peran UGM dalam Pengembangan Konsep Kampus Sehat

Ketua Health Promoting University (HPU) UGM, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa HURS hadir sebagai sistem penilaian untuk mendorong kampus membangun ekosistem kesehatan terintegrasi. Sistem ini lahir dari kolaborasi perguruan tinggi di ASEAN dalam merespons peningkatan penyakit tidak menular.

Iklan

Ia menegaskan bahwa UGM ikut berperan sejak tahap awal penyusunan konsep tersebut.

“Waktu itu belum ada konsep kampus sehat seperti apa, jadi kami bersama beberapa universitas di ASEAN menyusun kerangkanya dari awal melalui berbagai pertemuan sejak 2014,” jelasnya, Senin (4/5).

Dengan demikian, keterlibatan ini memperkuat posisi UGM sebagai pionir dalam pengembangan konsep kampus sehat di kawasan.

Tiga Pilar Utama Penilaian HURS

Dalam implementasinya, HURS menilai kampus melalui tiga pilar utama. Pertama, sistem dan infrastruktur. Kedua, zero tolerance area. Ketiga, health promotion area. Ketiga aspek ini saling melengkapi untuk memastikan lingkungan kampus benar-benar mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Yayi menekankan bahwa sistem dan infrastruktur menjadi faktor paling menentukan. Sebab, aspek ini mencakup kebijakan, fasilitas, serta integrasi dalam tridharma perguruan tinggi.

“Kalau mau disebut kampus sehat, tidak cukup hanya kegiatan, tapi harus ada kebijakan, dukungan fasilitas, dan masuk ke sistem yang berjalan di universitas,” tegasnya.

Oleh karena itu, UGM membangun pendekatan berbasis sistem agar program kesehatan tidak bersifat sementara.

Budaya Hidup Sehat Mulai Terbentuk

UGM terus mengembangkan inisiatif sejak pencanangan Health Promoting University pada 2019. Kampus ini mengintegrasikan layanan kesehatan, edukasi, serta lingkungan aman melalui kolaborasi lintas elemen.

Selain itu, berbagai program mulai mendorong perubahan perilaku sivitas akademika. Misalnya, kegiatan posbindu membantu individu memantau kondisi kesehatan. Kemudian, aktivitas fisik seperti olahraga bersama semakin rutin dilakukan.

“Awalnya mereka kaget saat tahu kondisi kesehatannya, tapi setelah itu mulai mencoba mengubah kebiasaan, misalnya dengan rutin jalan kaki,” katanya.

Selanjutnya, perubahan juga terlihat pada pola konsumsi dan interaksi sosial. Beberapa unit menyediakan makanan lebih sehat, sementara mahasiswa aktif saling mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat.

“Mahasiswa itu sekarang sudah mulai saling mengingatkan, bahkan yang bukan dari bidang kesehatan pun ikut peduli,” imbuhnya.

Di sisi lain, kampus juga memperkuat kesehatan mental melalui program pendamping sebaya di berbagai fakultas. Dengan cara ini, UGM membangun ekosistem yang lebih peduli secara kolektif.

Komitmen Berbasis Data untuk Masa Depan

Ke depan, UGM tidak berhenti pada capaian ini. Kampus ini terus memperkuat implementasi melalui pendekatan berbasis data. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan survei kesehatan secara berkala.

Dengan demikian, UGM dapat memantau perubahan perilaku serta kondisi kesehatan sivitas secara lebih akurat. Selain itu, data tersebut membantu merancang program yang lebih tepat sasaran.

Yayi menegaskan bahwa lingkungan kampus yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas lulusan.

“Kampus itu diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan produktif, sehingga siap untuk bekerja,” pungkas Yayi.

Melalui strategi ini, UGM tidak hanya mempertahankan reputasi, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi generasi yang lebih sehat dan berdaya saing global.

(naf/lex)