Ia menyoroti pemanfaatan plasma dalam bidang kesehatan, pangan, lingkungan, pertanian, hingga perikanan. Selain itu, tim peneliti UNDIP telah mengembangkan berbagai teknologi, seperti corona plasma, dielectric barrier discharge, hingga plasma jet.
Lebih lanjut, ia menjelaskan perjalanan panjang riset plasma di UNDIP sejak 1998 hingga berhasil menghasilkan berbagai inovasi berbasis ozon.
Iklan
“Pengembangan ini juga berkaitan dengan SNI 8759:2019 tentang penyimpanan produk hortikultura pascapanen menggunakan teknologi ozon sebagai salah satu bentuk kontribusi UNDIP dalam standardisasi teknologi nasional.”
Teknologi tersebut mampu memperpanjang masa simpan produk hortikultura, menekan cemaran mikroorganisme, serta mengurangi residu pestisida. Dengan demikian, inovasi ini memberikan dampak langsung bagi sektor pangan dan lingkungan.
Sinergi Kampus dan Industri Perkuat Hilirisasi
Selain akademisi, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan industri. President Director PT Dipo Technology, Azwar Awanta, memaparkan peran industri dalam mengembangkan hasil riset menjadi produk nyata.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara kampus dan industri sangat penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap laboratorium. Sebaliknya, kerja sama ini mampu mendorong lahirnya produk yang aplikatif dan memiliki daya saing tinggi.
Di sisi lain, sesi dari David Setiadhi juga menunjukkan bagaimana ekosistem industri dan akademik di Türkiye saling terhubung untuk mendukung inovasi teknologi.
Komitmen UNDIP untuk Kedaulatan Teknologi
Melalui penyelenggaraan IPRC, UNDIP menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang kuat. Selain itu, kegiatan ini mempertemukan peneliti, mahasiswa, mitra internasional, dan industri dalam satu forum kolaboratif.
Ke depan, UNDIP akan melanjutkan agenda dengan kunjungan industri ke PT Dipo Technology. Kunjungan ini akan memperlihatkan implementasi teknologi plasma secara langsung, mulai dari sistem IPAL hingga pengembangan medical ozone.
Dengan langkah ini, UNDIP tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga mempercepat hilirisasi teknologi. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan teknologi plasma nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
(naf/kho)


