MALANG, ifakta.co – Sebanyak sembilan calon mahasiswa asal daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) berhasil diterima di Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Mereka berasal dari sejumlah wilayah, yakni Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Sumatera Utara, dan Papua Tengah, serta tersebar di berbagai program studi jenjang sarjana.
Rinciannya, enam siswa berasal dari Nusa Tenggara Timur, sementara masing-masing satu siswa berasal dari Papua Barat Daya, Sumatera Utara, dan Papua Tengah. Seluruh peserta tersebut dinyatakan lolos melalui mekanisme seleksi yang sama dengan calon mahasiswa lainnya.
Iklan
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menegaskan bahwa tidak terdapat jalur khusus bagi calon mahasiswa dari daerah 3T dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Ia menyebut seluruh peserta tetap mengikuti seleksi yang bersifat kompetitif tanpa perlakuan khusus berdasarkan asal daerah.
“Tidak ada jalur khusus 3T. Semua calon mahasiswa harus mengikuti proses seleksi yang sama dan kompetitif,” ujarnya dalam laman UB (3/4).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas akademik melalui sistem seleksi yang adil dan transparan. Mantan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian itu juga menekankan bahwa UB menerapkan prinsip meritokrasi dalam penerimaan mahasiswa.
Ia menjelaskan, setiap calon mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuan dan capaian akademik, bukan latar belakang geografis. Hal ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.
“Kualitas tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, semua peserta harus memenuhi persyaratan yang sama,” jelasnya.
UB juga memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan secara transparan dan akuntabel, sehingga memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta dari berbagai daerah.
Kebijakan tanpa jalur khusus bagi daerah 3T ini, lanjutnya, tidak dimaknai sebagai pembatasan akses, melainkan sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keadilan dalam seleksi. Setiap calon mahasiswa diberikan peluang yang sama untuk bersaing secara sehat.
Melalui pendekatan berbasis meritokrasi tersebut, UB berharap dapat menjaring mahasiswa berkualitas dari seluruh Indonesia, termasuk dari daerah 3T.
Selain menjaga standar akademik, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong semangat kompetisi yang positif serta menjamin proses seleksi yang objektif dan berintegritas.
(naf/kho)



