SEMARANG, ifakta.co – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Persen di Jalan Jembatan Kali Kidang atau biasa disebut Srondol, pada Januari 2026.
Proyek infrastruktur ini diketahui memakan anggaran sebesar Rp4,61 miliar dan menjadi jalur tembus strategis yang menghubungkan kawasan Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Jembatan Persen kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Namun demikian, pemerintah masih memberlakukan larangan bagi kendaraan berat, seperti truk, untuk melintas.
Iklan
Pembatasan tersebut dilakukan guna menjaga usia teknis jembatan baja yang baru saja selesai dipugar.
Manfaat pembangunan jembatan tersebut kini mulai dirasakan langsung oleh warga sekitar dan mahasiswa, khususnya mahasiswa Unnes yang kerap melintas menuju kawasan Undip.
Putri, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang juga menjalankan usaha jasa titip makanan, mengaku jembatan ini menjadi akses penting dalam aktivitas hariannya.
“Aku sering banget lewat sini karena banyak peminat jastip di salah satu resto populer dekat Undip. Dulu rasanya takut lewat sini, apalagi kalau ada lebih dari satu kendaraan yang lewat. Jembatannya terasa bergetar, bahkan sempat kemarin bagian aspalnya ambruk karena hujan dan lama banget ditutup jalurnya,” ujarnya, Senin (2/2).
Menurut Putri, renovasi total Jembatan Persen membuat pengguna jalan merasa jauh lebih aman. Ia juga menilai keberadaan jembatan tersebut sangat membantu dari sisi efisiensi waktu tempuh.
“Sekarang seneng aja karena sudah direnovasi total, jadi lebih aman. Apalagi ini rute tercepat kalau mau ke Undip dari Unnes, cuma sekitar 15 menit. Kalau lewat jalur lain bisa sampai 25 menit,” katanya.
Kontruksi Kayu
Sebelumnya, jembatan ini hanya menggunakan konstruksi kayu dan kerap dikeluhkan warga karena dinilai rawan serta kurang aman.
Dalam renovasi terbaru, struktur jembatan diganti menggunakan baja yang dicor beton untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Selain pembangunan jembatan, proyek ini juga mencakup pengaspalan jalan pendekat, pemasangan bronjong, serta pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 58 meter. Sistem drainase juga turut dibangun untuk menunjang ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang, mengingat jalur tersebut berada di kawasan dengan kontur tanah yang cukup menantang.
Diketahui, renovasi Jembatan Persen merupakan tindak lanjut Pemerintah Kota Semarang atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kanal aduan resmi AWP Lapor Semar serta berbagai masukan di media sosial.
Selama ini, kondisi jembatan lama kerap menjadi keluhan warga dan pengguna jalan karena dinilai membahayakan.
(naf/kho)



