SERANG, ifakta.co —-Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten terus memperkuat kapasitas akademiknya. Sebanyak lima akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Kota Serang, Kamis (15/10/2026).

Pengukuhan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa masyarakat Banten kini memiliki pilihan perguruan tinggi yang semakin berkembang untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus selalu pergi ke luar daerah.

Iklan

Menurut Dimyati, bertambahnya jumlah guru besar di UIN SMH Banten menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas akademik dan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Baru saja dikukuhkan lima guru besar oleh Rektor. Ini tentu menambah deretan tenaga ahli yang ada di UIN Banten,” ujar Dimyati seusai acara.

Ia berharap, bertambahnya guru besar dapat mendorong kemajuan pendidikan, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama Islam yang berlandaskan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

Dimyati juga berharap pencapaian tersebut dapat mendukung peningkatan akreditasi, integritas, dan mutu pendidikan di Provinsi Banten agar semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Semoga pencapaian ini mampu meningkatkan akreditasi dan integritas pendidikan di Banten. Ke depan, kualitas pendidikan kita diharapkan semakin adaptif, unggul, dan tangguh,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, mengungkapkan bahwa saat ini kampus yang dipimpinnya memiliki 32 guru besar dari berbagai disiplin ilmu.

Ia menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 60 guru besar dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang. Target itu diharapkan dapat memperkuat pengembangan keilmuan sekaligus memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat.

“Target saya, dalam empat hingga lima tahun ke depan, UIN Banten harus memiliki 60 guru besar. Mudah-mudahan ikhtiar ini dapat terealisasi,” ungkap Prof. Ishom.

Adapun lima akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka tersebut yakni Prof. Wazin, Prof. Eneng Muslihah, Prof. Nana Jumhana, Prof. Badrudin, dan Prof. Iin Ratna Sumirat.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum bagi UIN SMH Banten untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, serta menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(sib/lex)

Iklan