KENDAL, ifakta.co – Di tengah ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai utara Jawa Tengah, sembilan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengambil langkah nyata. Mereka menginisiasi program pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman pohon mangrove yang akan digelar di kawasan Pesisir/Muara Pantai Indah Kemangi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, 12 September 2026.

Program bertajuk “Pelestarian Ekosistem Pesisir melalui Penanaman Mangrove Berbasis Kolaborasi Mahasiswa PPG dan Karang Taruna” ini merupakan bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan, sekaligus bentuk kontribusi sosial calon-calon guru dalam menjawab persoalan lingkungan yang kian mendesak.

Kesembilan mahasiswa tersebut Haqiqi Salman, Imam Baihaqi, Ihsantin Nazih Afifah, Ilham Jagad Satria, Ima Nindi Permatasari, Hafizh Jauhari Azhar, Idi Pangestu, Ihya’ Ulumuddin, dan I Kadek Putra Mahendra menggandeng Karang Taruna Citra Kartika, organisasi kepemudaan di Desa Jungsemi, sebagai mitra pelaksana kegiatan.

Iklan

Mangrove, Benteng Alami yang Kian Terancam

Sejumlah mahasiswa PPg UNNES tengah menanam Mangrove di Kendal (foto: Arsip Mahasiswa UNNES/ HO ifakta)

Ekosistem mangrove selama ini dikenal sebagai benteng alami wilayah pesisir. Selain menahan abrasi dan meredam gelombang, mangrove juga berfungsi sebagai habitat biota laut sekaligus penyerap karbon biru (blue carbon) yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Sayangnya, alih fungsi lahan, pencemaran sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat membuat kawasan mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia termasuk di Kendal terus menyusut.

Ketua pelaksana kegiatan, Idi Pangestu, menegaskan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa mahasiswa calon guru tidak cukup hanya unggul secara akademik. “Sebagai calon pendidik, kami dituntut memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian lingkungan, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat. Penanaman mangrove ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai itu,” ujarnya.

Bukan Sekadar Menanam: Lahirkan Produk Keripik Mangrove

Yang membuat program ini menarik, kegiatan tidak berhenti pada seremoni tanam pohon. Tim mahasiswa PPG turut mengembangkan produk turunan bernilai ekonomis, yaitu keripik mangrove, hasil pengolahan kreatif dari jenis mangrove yang aman dikonsumsi dan tidak mengganggu kelestarian tanaman di kawasan konservasi.

Inovasi ini dirancang untuk membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan. Produk keripik mangrove diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus peluang usaha bagi pemuda Karang Taruna setempat, membuat semangat konservasi lebih membumi dan berkelanjutan.

Menjawab Agenda Global lewat Aksi Lokal

Kegiatan ini turut selaras dengan sejumlah poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), hingga SDG 15 (Ekosistem Daratan). Bagi mahasiswa PPG, program ini juga menjadi ruang belajar kepemimpinan kolaboratif secara utuh mulai dari merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, hingga mengembangkan sebuah kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapan untuk Keberlanjutan

Melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Citra Kartika, program ini diharapkan tak hanya meninggalkan jejak berupa area tanam mangrove yang tertata rapi dan dilengkapi papan identitas penanam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran jangka panjang generasi muda pesisir Jungsemi terhadap pentingnya menjaga lingkungan mereka sendiri.

Kegiatan puncak pada 12 September 2026 rencananya akan didokumentasikan dalam bentuk laporan, publikasi media sosial, hingga gelar karya sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan sekaligus pengenalan produk keripik mangrove kepada masyarakat luas.

Di tangan para calon guru ini, penanaman mangrove bukan sekadar aksi tahunan yang seremonial melainkan langkah kecil yang menyimpan harapan besar: menjaga garis pantai, menghidupi ekonomi lokal, dan menanamkan karakter kepemimpinan yang peduli lingkungan sejak dini.

(Sumber: Proposal Projek Kepemimpinan PPG Calon Guru, Program Pendidikan Profesi Guru, Universitas Negeri Semarang, 2026)

Iklan