JAKARTA, ifakta.co – Pergerakan harga gas alam masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan jual dan beli yang relatif berimbang. Harga saat ini berada di sekitar US$2,878, bertahan di zona volume tinggi pada kisaran US$2,800–US$2,900.
Kondisi tersebut membuat pasar berada dalam situasi tarik-menarik antara pelaku pasar yang mengandalkan potensi kenaikan (bull) dan mereka yang memperkirakan pelemahan harga (bear).
Pada grafik lima jam, harga gas alam terlihat tertahan dalam rentang yang relatif sempit. Level US$2,878 menjadi titik pivot yang menjadi perhatian karena pergerakan harga di sekitar level tersebut dapat menentukan arah berikutnya.
Iklan
Di sisi bawah, kawasan US$2,800–US$2,900 menjadi area penopang yang cukup kuat. Namun, ruang kenaikan masih menghadapi hambatan karena harga belum mampu menembus secara meyakinkan level US$2,990.
Situasi ini menciptakan pola ketidakpastian. Selama harga masih bergerak di antara area support dan resistance tersebut, pasar berpotensi tetap mengalami konsolidasi.
Penembusan yang kuat dari salah satu batas dapat menjadi sinyal perubahan arah. Namun, pergerakan yang hanya menembus sementara juga berisiko mengalami false breakout, yakni harga kembali masuk ke dalam zona konsolidasi setelah sempat bergerak melewati batas.
Dengan kondisi indikator teknis yang masih menunjukkan kebuntuan, pelaku pasar kini menunggu katalis yang mampu mendorong harga keluar dari zona volume tinggi tersebut.
Untuk sementara, US$2,800–US$2,900 menjadi kawasan pertarungan utama, sementara US$2,990 menjadi level penting di sisi atas. Arah berikutnya sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support atau menembus resistance secara meyakinkan.
(den/jo)

