BEIJING, ifakta.co – Aktivitas manufaktur Tiongkok masih mengalami kontraksi pada Agustus 2026, meski laju penurunannya mulai melambat. Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih menghadapi tekanan.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) yang dirilis Senin, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik menjadi 49,8 pada Agustus, dari 49,2 pada Juli.

Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar sebesar 49,5. Meski demikian, PMI yang berada di bawah level 50 masih menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam zona kontraksi.

Iklan

Kontraksi pada Agustus menjadi bulan kedua berturut-turut bagi sektor manufaktur Tiongkok. Namun, peningkatan indeks menunjukkan tekanan terhadap aktivitas industri mulai mereda dibandingkan bulan sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, sektor jasa juga mengalami penyusutan. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa pemulihan ekonomi Tiongkok masih berlangsung rapuh dan belum sepenuhnya merata.

Kinerja manufaktur dan jasa menjadi perhatian pasar karena Tiongkok merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi global. Pelemahan aktivitas domestik dapat memengaruhi permintaan komoditas, perdagangan internasional, hingga sentimen pasar keuangan.

Dengan PMI manufaktur masih berada di bawah level 50, pelaku pasar kini menunggu data ekonomi berikutnya untuk melihat apakah perbaikan pada Agustus menjadi awal pemulihan atau hanya jeda dari tekanan yang masih membayangi ekonomi Tiongkok

(den/jo)

Iklan