JAKARTA, ifakta.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiawan, warga yang meninggal dunia saat terjadi aksi ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8).
Pramono melayat ke rumah duka yang berada di Jalan Pejompongan Raya RT 002 RW 06, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
Kedatangan Gubernur DKI Jakarta itu disambut langsung oleh istri almarhum. Pramono tiba di rumah duka selepas Magrib dengan mengenakan kemeja hitam dan peci.
Iklan
Dalam kunjungannya, Pramono didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Setibanya di lokasi, Pramono langsung menemui keluarga Bambang Setiawan. Ia menyalami keluarga korban dan menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya korban.
Pramono juga memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Gubernur DKI Jakarta tersebut kemudian berbincang dengan keluarga korban selama kurang lebih 30 menit.
Setelah melayat dan menyampaikan belasungkawa, Pramono meninggalkan rumah duka.
Sebelumnya, kepolisian menerima laporan dari masyarakat mengenai seorang warga yang meninggal dunia saat kericuhan berlangsung di kawasan Pejompongan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi menerima informasi ketika situasi di sekitar lokasi masih terjadi kerusuhan.
“Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (28/8).
Menurut Budi, petugas harus memastikan kondisi di lokasi cukup aman sebelum melakukan proses evakuasi terhadap korban.
Setelah situasi memungkinkan, tim Biddokes Polda Metro Jaya kemudian melakukan evakuasi. Saat ditemukan petugas, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri atau pingsan.
Petugas selanjutnya membawa Bambang Setiawan untuk mendapatkan penanganan medis di RS TNI AL Mintohardjo.
Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan dari tim medis di rumah sakit.
Kepolisian sebelumnya menyebut proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas karena kondisi di lokasi saat itu masih dilanda kericuhan.
(mam/mam)



