JAKARTA, ifakta.co — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menegaskan tidak akan menggelar ataupun mengikuti aksi demonstrasi pada Agustus 2026 yang dinilai berpotensi mendiskreditkan program prioritas pemerintah.

Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny mengatakan organisasinya tidak memiliki agenda aksi turun ke jalan dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan bahwa setiap aksi yang mengatasnamakan PB SEMMI tanpa instruksi resmi tidak berkaitan dengan organisasi yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Donny kepada media di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Iklan

“Dalam waktu dekat ini kami tidak ada agenda turun ke jalan atau bergabung demonstrasi dengan kelompok lain yang bertujuan menciptakan kerawanan sosial atau juga kerusuhan. Tidak instruksi PB.SEMMI untuk demo di Agustus ini,” kata Donny dalam keterangannya.

Menurut Donny, pihaknya memperoleh informasi mengenai adanya rencana demonstrasi yang menggunakan isu sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menduga terdapat pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan momentum aksi untuk menciptakan situasi tidak kondusif. Karena itu, PB SEMMI memilih tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi memicu kerawanan sosial maupun kerusuhan.

“Indikatornya bisa dilihat dari banyaknya ajakan demo lewat media sosial dengan narasi hoax. BGN diserang lewat isu korupsi BGN, padahal pelakunya sudah ditangkap. BGN sudah melakukan evaluasi total, PB.SEMMI bersama masyarakat akan turut mengawasi tata kelola BGN, semua transparan,” tuturnya.

Donny menegaskan PB SEMMI tetap mendukung gagasan besar program BGN, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG. Namun, dukungan tersebut tetap disertai komitmen untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

“PB.SEMMI setuju dengan ide besar dan gagasan BGN untuk masyarakat Indonesia. Setelah BGN dibersihkan dari koruptor kita berikan kesempatan kepada BGN untuk melayani anak-anak Indonesia dengan menyediakan makanan bergizi dalam pengawasan PB.SEMMI dan mata seluruh rakyat Indonesia,” tegas Donny.

Di sisi lain, Donny mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai masyarakat perlu menyikapi setiap informasi secara kritis agar tidak terjebak dalam narasi yang dapat memicu konflik.

Bagi PB SEMMI, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan nasional.

Karena itu, Donny mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional. Ia menilai pembangunan membutuhkan kondisi negara yang aman dan kondusif agar berbagai program pemerintah dapat berjalan secara optimal.

PB SEMMI juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi organisasi melalui pengawasan dan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat maupun stabilitas nasional.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai perbedaan kepentingan dimanfaatkan untuk menciptakan kerawanan dan memecah masyarakat,” pungkas Donny.

(mam/mam)

Iklan