SURABAYA — Komando Armada II terus bergerak aktif meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme para prajurit melalui berbagai kegiatan pembinaan personel. Langkah nyata ini dibuktikan dengan digelarnya Forum Diskusi Interaktif Perwira Koarmada II dan Perwira Hukum Wilayah Surabaya di Gedung Panti Tjahaya Armada Ujung Surabaya..
Kegiatan bergengsi ini mengangkat tema Perspektif Hukum Laut Internasional di Era Perang Multi Domain. Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya hadir memimpin langsung jalannya acara bersama para Pejabat Utama, Asisten Pangkoarmada II, Kepala Satuan Kerja, Komandan Satuan, hingga para Komandan KRI di jajaran Koarmada II.
Untuk membedah isu-isu krusial, forum ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber yaitu Wakil Rektor II Universitas Hang Tuah Laksda TNI Purnawirawan Dr. Iwan Isnurwanto serta Kepala Dinas Hukum Koarmada II Letkol Laut Sulastri. Melalui pemaparan materi yang komprehensif dan dialog interaktif, para peserta memperdalam wawasan mengenai aturan hukum laut internasional serta penerapannya secara nyata dalam operasi laut modern.
Iklan
Forum strategis ini bertujuan memperkuat pemahaman hukum sebagai pijakan utama setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Pemahaman mendalam ini tidak hanya menjadi domain bagi Perwira Korps Hukum, melainkan menjadi bekal wajib bagi Perwira Korps Pelaut ketika mengambil keputusan berisiko tinggi yang berdampak pada hukum nasional maupun internasional.
Dalam penjelasannya, Pangkoarmada II mengupas sejumlah isu geopolitik panas yang sedang menjadi sorotan dunia. Isu tersebut mencakup dilema sikap Indonesia dan TNI Angkatan Laut terhadap skenario penutupan Selat Malaka, ancaman dampak ekonomi akibat konflik di Selat Hormuz, hingga legalitas latihan militer asing di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
Pangkoarmada II berharap ruang diskusi ini melahirkan ide-ide terbuka, konstruktif, dan solutif bagi berbagai permasalahan di lapangan. Sinergi yang kuat antara Perwira Korps Pelaut dan Perwira Korps Hukum akan menyatukan perspektif dalam setiap tahapan operasi sehingga profesionalisme serta ketepatan pengambilan keputusan prajurit TNI Angkatan Laut semakin mantap.
(fa/fza)

