JAKARTA, ifakta.co – Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam berpikir, mengambil keputusan, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ada yang merasa bersemangat setelah bertemu banyak orang. Sebaliknya, ada pula yang membutuhkan waktu sendiri agar energi kembali pulih. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari karakter alami setiap individu.

Salah satu metode yang cukup populer untuk mengenali karakter seseorang ialah Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Tes kepribadian ini membagi karakter manusia ke dalam 16 tipe berdasarkan kecenderungan berpikir, memperoleh informasi, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Popularitas MBTI terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang memanfaatkannya untuk mengenali kelebihan, memahami pola komunikasi, hingga menentukan lingkungan belajar maupun pekerjaan yang sesuai. Meski demikian, MBTI bukan alat diagnosis psikologis. Tes ini hanya membantu seseorang memahami kecenderungan kepribadian berdasarkan preferensi yang dimiliki.

Iklan

Dengan mengenali tipe kepribadian, seseorang dapat lebih mudah memahami kekuatan diri sekaligus menyadari aspek yang masih perlu berkembang. Selain itu, pemahaman tersebut juga dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Memahami Pengertian MBTI dan Cara Kerjanya

MBTI merupakan singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, yaitu instrumen identifikasi kepribadian yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers. Keduanya mengembangkan konsep tersebut berdasarkan teori fungsi psikologis dari seorang psikolog, Carl Gustav Jung.

MBTI mengelompokkan kepribadian melalui empat pasangan preferensi. Kombinasi dari keempat preferensi tersebut menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda.

Walaupun sebagian psikolog menilai MBTI memiliki keterbatasan dari sisi validitas ilmiah, tes ini tetap banyak digunakan dalam dunia pendidikan, pengembangan diri, pelatihan kepemimpinan, hingga dunia kerja. Alasannya sederhana. Hasilnya mudah dipahami dan mampu memberikan gambaran mengenai kecenderungan perilaku seseorang.

Namun, penting untuk memahami bahwa tidak ada tipe kepribadian yang lebih baik daripada tipe lainnya. Setiap karakter memiliki kelebihan sekaligus tantangan masing-masing. Karena itu, hasil MBTI sebaiknya menjadi bahan refleksi, bukan sebagai label yang membatasi kemampuan seseorang.

Empat Dimensi yang Menjadi Dasar MBTI

MBTI tersusun atas empat dimensi utama. Setiap orang akan cenderung memilih salah satu preferensi pada masing-masing dimensi tersebut.

1. Extraversion (E) dan Introversion (I)

Dimensi pertama menggambarkan sumber energi seseorang.

Individu dengan kecenderungan Extraversion (E) biasanya merasa bersemangat ketika berinteraksi dengan banyak orang. Mereka menikmati diskusi, kegiatan kelompok, dan aktivitas sosial.

Sebaliknya, individu Introversion (I) memperoleh energi melalui waktu yang tenang. Mereka lebih nyaman melakukan refleksi, berpikir secara mendalam, atau bekerja dalam suasana yang minim gangguan.

Iklan