JAKARTA, ifakta.co – Rencana Rusia mengirimkan 20 unit jet tempur Sukhoi Su-35 ke Iran kembali menjadi perhatian dunia. Kehadiran pesawat tempur generasi 4++ tersebut dinilai akan memperkuat kemampuan Angkatan Udara Iran sekaligus mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah.

Laporan yang beredar menyebutkan, 20 unit Su-35 merupakan tahap awal dari rencana pengiriman hingga 48 pesawat tempur yang telah dipesan Iran. Jika seluruh armada tersebut diterima, Su-35 akan menjadi salah satu tulang punggung kekuatan udara Teheran untuk menggantikan pesawat-pesawat yang telah berusia puluhan tahun.

Sukhoi Su-35 merupakan hasil pengembangan dari keluarga Su-27 yang telah lama dikenal sebagai salah satu jet tempur andalan Rusia. Meski belum masuk kategori pesawat tempur siluman generasi kelima, Su-35 dibekali berbagai teknologi modern yang membuatnya masih diperhitungkan dalam pertempuran udara masa kini.

Iklan

Salah satu keunggulan utama Su-35 terletak pada kemampuan manuvernya. Berkat teknologi thrust vectoring, pesawat ini mampu melakukan manuver ekstrem yang sulit ditandingi lawan saat pertempuran jarak dekat atau dogfight. Kemampuan tersebut dipadukan dengan kecepatan maksimum lebih dari Mach 2, sehingga Su-35 dapat bergerak cepat sekaligus tetap lincah di udara.

Tidak hanya mengandalkan kelincahan, Su-35 juga dibekali radar Irbis-E yang mampu mendeteksi sasaran hingga sekitar 400 kilometer. Sistem radar ini memungkinkan pilot melacak banyak target secara bersamaan sebelum mengunci sasaran prioritas untuk diserang menggunakan rudal jarak jauh.

Dalam hal persenjataan, Su-35 mampu membawa berbagai jenis rudal udara-ke-udara, rudal anti-kapal, rudal serang darat, hingga bom berpemandu presisi. Total beban persenjataan yang dapat diangkut mencapai sekitar delapan ton, menjadikannya pesawat yang mampu menjalankan berbagai misi dalam satu operasi.

Jet tempur ini juga memiliki radius tempur sekitar 1.600 kilometer, sehingga mampu menjangkau sasaran dalam jarak jauh tanpa harus bergantung pada pengisian bahan bakar yang terlalu sering. Kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas tinggi untuk menjalankan operasi pertahanan maupun serangan.

Pengadaan Su-35 menjadi bagian dari program modernisasi militer Iran yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat armada udaranya. Selain jet tempur, kerja sama pertahanan antara Rusia dan Iran juga disebut mencakup pengadaan helikopter serang serta pesawat latih untuk mendukung kesiapan operasional pilot.

Dengan kombinasi radar berjangkauan jauh, kemampuan manuver tinggi, serta persenjataan yang lengkap, Su-35 masih dianggap sebagai salah satu pesawat tempur non-siluman paling canggih yang diproduksi Rusia. Kehadirannya di Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian berbagai negara karena dinilai berpotensi memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah. (wl)

Iklan