TANGERANG, ifakta.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri CEO Gathering & Economic Outlook 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Apindo Banten di PT Adis Dimension Footwear, Kecamatan Balaraja, Kamis (2/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani, Ketua DPP Apindo Banten Tomy Rachmatullah, Owner PT Adis Dimension Footwear Haryanto, serta unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.

Mengawali sambutannya, Sekda Soma menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang berhalangan hadir karena memimpin langsung penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Iklan

Bupati Tangerang menyampaikan salam hormat dan memohon doa agar penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat segera diselesaikan,” ujar Soma.

Menurut Soma, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten yang didukung sektor industri, perdagangan, dan jasa. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan kepastian hukum, pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan guna menjaga kepercayaan investor.

Ia menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Investasi harus mampu membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, menggerakkan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan buruh,” tegasnya.

Soma juga menilai hubungan industrial yang harmonis hanya dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi dunia usaha yang tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi global. Ia menyebut kontribusi sektor usaha menjadi penopang utama perekonomian Banten, mengingat belanja pemerintah hanya memberikan porsi kecil terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga membuka Rakerkonprov Apindo Banten 2026 dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten melalui program “Banten Melayani” dan “Banten Ramah” untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan pendidikan vokasi dan digitalisasi sumber daya manusia.

Ketua DPP Apindo Banten, Tomy Rachmatullah, mengakui tantangan industri akibat kondisi geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar. Meski demikian, pihaknya optimistis dunia usaha di Banten mampu bertahan dan terus bersinergi dengan pemerintah serta pekerja dalam memperkuat perekonomian nasional.

(sib/lex)

Iklan