TANGERANG, ifakta.co – Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kelima pada Sabtu (4/7). Hingga pagi, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus menyala di sejumlah titik tumpukan sampah.
Pantauan ifakta.co di lokasi menunjukkan kepulan asap tebal masih membumbung tinggi dan terbawa angin ke arah barat. Sementara itu, bara api masih terlihat muncul dari beberapa bagian gunungan sampah yang mulai terbakar sejak Selasa (30/6).
Dampak kebakaran tersebut mulai dirasakan masyarakat sekitar. Sejumlah warga dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap yang terus menyelimuti kawasan permukiman.
Iklan
Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif melalui jalur darat maupun udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dipadamkan menggunakan kendaraan darat.
Di lokasi yang sama, puluhan personel pemadam kebakaran bersama tim Manggala Agni disebar ke sejumlah sektor agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Selain penyiraman dari udara, beberapa unit ekskavator juga terus dioperasikan untuk mengurai tumpukan sampah. Langkah ini dilakukan agar titik api yang berada di bawah permukaan lebih mudah dijangkau sekaligus membuka akses bagi petugas pemadam kebakaran.
Meski kebakaran masih berlangsung, aktivitas pengangkutan sampah di TPA Jatiwaringin tetap berjalan. Antrean truk pengangkut sampah terlihat mengular di sisi selatan area TPA untuk melakukan proses bongkar muat.
Sementara itu, petugas gabungan masih membatasi akses menuju lokasi kebakaran. Hanya kendaraan dan personel yang terlibat dalam operasi penanganan, seperti pemadam kebakaran, tenaga medis, TNI, Polri, BNPB, serta instansi terkait lainnya yang diizinkan memasuki kawasan TPA.
Hingga Sabtu pagi, kobaran api di TPA Jatiwaringin belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Petugas gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke area lain dan mempercepat proses penanganan kebakaran.
(sib/lex)


