JAKARTA, ifakta.co – Polisi kerahkan 4.576 aparat gabungan untuk mengawal serangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung di beberapa titik wilayah Jakarta pada Rabu (17/6). Pengendara diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari potensi kepadatan lalu lintas.

Beberapa titik aksi yang telah diberitahukan ke kepolisian antara lain depan kompleks parlemen, depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Monas, dan di depan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan personel gabungan itu berasal dari unsur Polda Metro Jaya, Polres, Polsek jajaran, serta dibantu unsur Pelayanan Unjuk Rasa (Yan Unras) wilayah Jakarta Pusat.

Iklan

“Ada ribuan personel gabungan yang diterjunkan hari ini untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi di wilayah hukum DKI Jakarta berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” katanya, dikutip dari Antara.

Apel pengamanan disiagakan di Cawan Selatan Monas untuk mengawal aksi dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dan beberapa elemen massa lainnya. Aksi dijadwalkan mulai bergerak pada pukul 10.00 WIB.

Aparat bersiaga untuk mengamankan jalannya aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Peduli Indonesia yang direncanakan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

Pengamanan difokuskan di sekitar kantor BGN RI untuk mengawal aksi dari Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia. Kegiatan ini rencananya dimulai pukul 11.00 WIB.

Menjelang siang, tepatnya pukul 11.00 WIB, kepolisian menggelar apel kesiapan di sekitar kantor Kemenkeu RI guna mengantisipasi aksi unjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jakarta Selatan yang dijadwalkan bergulir pukul 13.00 WIB.

Erlyn mengimbau seluruh elemen massa untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan menjaga ketertiban umum. Personel yang bertugas juga diimbau bersikap humanis dan mengedepankan dialog.

Selain di Jakarta, gelombang aksi memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka berlangsung maraton di sejumlah kota sejak pekan lalu. Hari ini demo serupa dilaporkan digelar di Surabaya oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya atau ABS.

Pekan lalu, aksi juga terjadi di beberapa daerah: Jakarta pada Jumat (12/6) dan Senin (15/6); Bandung pada Kamis (11/6); Solo pada Jumat (12/6); Medan pada Senin (15/6); serta di sejumlah kota lain dari Medan hingga Makassar. Secara garis besar, tuntutan yang disuarakan meliputi kekhawatiran terhadap kondisi keuangan negara dan desakan untuk menghentikan militerisasi di ranah sipil.

(cin/my)

Iklan