CILACAP, ifakta.co – Potensi sumber daya laut di Kabupaten Cilacap masih menjadi salah satu kekuatan utama yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, di balik melimpahnya hasil perikanan, ancaman penangkapan ikan berlebih atau overfishing serta meningkatnya sampah plastik mulai memengaruhi keberlanjutan ekosistem laut di wilayah tersebut.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Achmad Hadiyanto, mengatakan potensi perikanan tangkap di perairan Cilacap masih sangat besar. Berdasarkan data bidang perikanan tangkap dan statistik, potensi hasil laut di wilayah tersebut mencapai sekitar 865 ribu ton setiap tahun.

“Yang paling banyak saat ini adalah ikan tongkol. Namun dengan sumber daya yang luas, tekanan akibat overfishing juga mulai memengaruhi kondisi sumber daya laut di Kabupaten Cilacap,” ujarnya, dikutip dari RRI.

Iklan

Menurut Hadiyanto, aktivitas penangkapan ikan yang terus meningkat menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kelestarian laut. Selain itu, persoalan sampah plastik yang terus bertambah juga memberikan dampak serius terhadap kualitas lingkungan pesisir dan habitat biota laut.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk belum sepenuhnya seimbang dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akibatnya, sampah masih banyak bermuara ke sungai dan akhirnya terbawa hingga ke laut.

Di sisi lain, aktivitas penangkapan ikan yang melibatkan kapal berukuran kecil maupun besar juga memberikan tekanan terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan. Karena itu, diperlukan langkah bersama agar potensi laut Cilacap tetap terjaga untuk jangka panjang.

Dinas Perikanan Gaungkan Program Pelestarian

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap terus menjalankan berbagai program pelestarian dengan menggandeng berbagai pihak. Instansi ini melibatkan dunia pendidikan, kelompok masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Negeri Segoro. Melalui program tersebut, pemerintah mendorong penanaman mangrove sebagai upaya mengurangi abrasi pantai sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain penanaman mangrove, Dinas Perikanan juga memberikan perhatian terhadap pelestarian terumbu karang serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah plastik.

“Utamanya memang bagaimana kita bisa mengurangi sampah-sampah yang ada di laut,” kata Ahmad.

Dinas Perikanan juga menilai keterlibatan nelayan menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian sumber daya laut. Oleh sebab itu, bersama instansi terkait, pemerintah membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang beranggotakan nelayan di sejumlah wilayah pesisir.

Kelompok tersebut berperan membantu pengawasan sumber daya kelautan sekaligus mengedukasi masyarakat agar menghindari praktik penangkapan yang dapat merusak lingkungan perairan.

Ajakan Menjaga Kelestarian Laut

Selain berkolaborasi dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), pemerintah terus mengajak nelayan ikut menjaga ekosistem laut melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pendampingan.

Hadiyanto menilai wilayah laut Cilacap memiliki peran yang sangat strategis karena luasnya bahkan lebih dominan dibandingkan wilayah daratan. Kondisi tersebut menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk memulai langkah sederhana dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun laut.

“Laut menjadi salah satu sumber kehidupan. Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungannya, menjaga sumber daya laut yang ada, sebagai warisan bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga kelestarian laut tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Sebaliknya, kolaborasi antara masyarakat, nelayan, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar kekayaan laut Cilacap tetap lestari, produktif, dan terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

(naf/lex)

Iklan