JAKARTA, ifakta.co – Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni 2026 diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, namun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan dinilai relatif terbatas.

Dalam laporan terbarunya, Deutsche Bank memperkirakan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut hanya akan menambah sekitar 0,05 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat. Meski demikian, angka tersebut tetap mencerminkan aktivitas ekonomi bernilai miliaran dolar yang tercipta selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, FIFA memperkirakan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dapat memberikan kontribusi hingga US$17,2 miliar terhadap PDB Amerika Serikat melalui berbagai sektor ekonomi, mulai dari pariwisata, transportasi, perhotelan, konsumsi masyarakat hingga industri hiburan.

Iklan

Turnamen tahun ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Selama 39 hari penyelenggaraan, sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan oleh 48 negara peserta, meningkat dari edisi 2022 di Qatar yang hanya diikuti 32 tim dengan total 64 pertandingan.

Ekspansi format tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah wisatawan internasional, okupansi hotel, penjualan tiket, konsumsi makanan dan minuman, serta belanja merchandise resmi. Ribuan pelaku usaha lokal di kota-kota tuan rumah juga diproyeksikan menikmati lonjakan aktivitas ekonomi selama kompetisi berlangsung.

Selain dampak langsung terhadap sektor riil, sejumlah analis pasar melihat peluang keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor konsumer, media, dan gim (gaming). Meningkatnya jumlah penonton global dan tingginya interaksi digital selama turnamen diperkirakan akan mendorong pendapatan perusahaan penyiaran, platform streaming, pengiklan, hingga pengembang gim sepak bola.

Meski demikian, ekonom menilai besarnya ukuran ekonomi Amerika Serikat membuat dampak Piala Dunia terhadap PDB nasional terlihat relatif kecil secara persentase.

Dengan nilai PDB AS yang mencapai puluhan triliun dolar, tambahan miliaran dolar dari ajang olahraga tersebut tidak akan mengubah laju pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Namun bagi kota-kota penyelenggara dan sektor usaha yang terkait langsung dengan industri olahraga dan pariwisata, Piala Dunia 2026 tetap menjadi momentum penting untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja sementara, serta memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata dan investasi global.

Piala Dunia 2026 juga dipandang sebagai salah satu perhelatan olahraga terbesar dalam sejarah Amerika Utara, dengan ekspektasi kehadiran jutaan suporter dari berbagai negara dan jangkauan siaran yang mencapai miliaran penonton di seluruh dunia.

(Jo)

Iklan