JAKARTA, ifakta.co – Pengacara Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, angkat bicara menanggapi video permohonan maaf yang diunggah Sarwendah di media sosial pada Jumat (5/6).

Minola menegaskan materi klarifikasi tersebut bukan ditujukan kepada kliennya melainkan sebagai permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang belakangan beredar.

“Kami selaku kuasa hukum Ruben, atas postingan S (Sarwendah) yang meminta maaf ya. Nah, kami tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Artinya itu haknya dia,” kata Minola dalam wawancara virtual pada Jumat (5/6).

Iklan

“Tapi yang perlu kami garis bawahi, permintaan maaf itu kan sama sekali tidak ada kaitannya dengan klien kami, Ruben Onsu,” ia menegaskan.

Minola menyampaikan tim kuasa hukum mencermati isi unggahan dan menilai fokus pernyataan Sarwendah hanya pada penilaian warganet, bukan perbaikan hubungan personal dengan Ruben.

Menurutnya tidak ada indikasi itikad baik untuk meminta maaf secara khusus kepada Ruben Onsu melalui pernyataan itu.

“Semua materi yang disampaikan oleh S dalam postingan itu, kami melihatnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami, Ruben Onsu,” ujar Minola.

“Karena tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan permohonan maaf kepada Ruben Onsu karena sudah, artinya itu, disindir ya, dengan kata-kata ‘cong’ misalnya, kemudian dengan kata-kata ‘200 juta’ itu,” tegas Minola.

Latar belakang kasus ini bermula dari sejumlah potongan video viral yang memicu pergunjingan netizen di tengah perseteruan yang menyeret nama Ruben Onsu.

Potongan video itu antara lain memperlihatkan Sarwendah saat live bersama kekasihnya, Giorgio Antonio, dan adegan yang diduga merespons kabar soal nafkah dari Ruben.

Dalam salah satu rekaman, Sarwendah tampak menyerahkan ponsel kepada Giorgio dengan raut muka datar dan mengucapkan kata makian merujuk hewan.
Video lain memperlihatkan perempuan yang diduga Sarwendah mengungkapkan hinaan dengan sebutan “cong” serta menyebut soal angka “200 juta”.

Hingga pada Jumat (5/6), Sarwendah akhirnya mengunggah permintaan maaf kepada publik atas video-video yang viral dan dampak yang ditimbulkannya.

Ia menyatakan penyesalan karena persoalan yang seharusnya diselesaikan lebih tenang justru menyita perhatian banyak pihak.

“Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak.”

“Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut,” kata Sarwendah.

(faz/my)

Iklan