JAKARTA, Ifakta.co – Kabar mengejutkan datang dari Tantri Kotak. Vokalis band Kotak ini mengaku menjadi korban penipuan oleh temannya sendiri. Tak main-main, aksi pelaku diduga telah memakan banyak korban dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar.
Tantri menceritakan bagaimana hari liburnya seketika berubah drastis. Saat sedang asyik bermain bersama anak, sebuah pesan di grup WhatsApp mendadak merusak suasana. Kabar buruk tersebut membuatnya syok hingga kehilangan nafsu makan. Hingga kini, terduga pelaku masih buron.
“Setiap perbuatan tetap memiliki konsekuensinya, cepat atau lambat hidup akan memperlihatkannya,” tulis Tantri mengungkapkan kekecewaannya.
Iklan
Ia mengaku sangat terpukul karena uang yang ia kumpulkan untuk masa depan anak-anaknya kini raib begitu saja.
“Jam segini biasanya ngantuk, ini masih melek ngebayangin hak anak-anak yang gue kumpulin selama ini fix lenyap! Kok tega? Semoga segera ketemu karena banyak banget korbannya sampai miliaran. Patah hati banget, kirain beneran mau jadi teman ternyata cuma manfaatin doang,” ungkapnya.
Melalui media sosial, Tantri memohon bantuan publik untuk melacak keberadaan pelaku yang sudah menghilang selama tiga hari. Keluarga pelaku sendiri terkesan lepas tangan.

“Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan banyak orang yang ditotal-total hampir 10 M. Clueless… karena pihak keluarga nggak mau tahu dan menyerahkan ke korban terserah mau diapain. Aku masih belum LP (Laporan Polisi) karena korban minta haknya kembali,” lanjutnya.
Tantri sengaja menunda laporan polisi karena masih membuka pintu mediasi. Ia berharap pelaku menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
“Semoga ada kabar baik ya Mih, hari ini kamu ketemu dan kita bisa mediasi, tapi kalau masih belum ada kejelasan posisi kamu, mau nggak mau aku harus LP-in kamu,” tegas Tantri.
Meski seluruh bukti dan daftar korban sudah lengkap, Tantri mengaku masih berat hati mengingat keluarga pelaku. Namun, ia juga tidak bisa mengabaikan nasib para korban lain yang sangat menderita.
“Jelas korban dan buktinya sudah kekumpul semua, tapi aku masih pengin ketemu sebelum masuk jalur hukum yang sudah pasti bisa menjarain kamu. Aku kepikiran 3 anak kamu, tapi kalau dipikir-pikir kamu juga nggak mikirin nasib korban yang harus taruh tabungannya untuk biaya pengobatan kanker, taruh tabungan anak-anak buat diputerin,” pungkasnya.
Kasus dugaan penipuan ini kini menyedot perhatian publik. Selain nominal kerugian yang fantastis, sikap pelaku yang bersembunyi dan mengabaikan nasib para korban membuat geram netizen.
(fa/fza)



