JAKARTA, Ifakta.co — Teka-teki di balik alasan Elon Musk merogoh kocek USD 44 miliar (sekitar Rp683 triliun) untuk membeli Twitter akhirnya terjawab. Melalui sebuah balasan singkat di platform X (sebelumnya Twitter), bos SpaceX ini mengonfirmasi bahwa keputusannya berkaitan erat dengan transisi gender sang anak, Vivian Wilson.

Melansir laporan Erin in the Morning, Musk selama ini tidak pernah membenarkan rumor tersebut secara langsung. Namun, ia akhirnya memecah keheningan dengan membalas sebuah unggahan pengguna X, Syd Steyerhart, dengan satu kata tegas: “Benar.”

Isi Unggahan Syd Steyerhart: “Kita tidak boleh lupa bahwa jika bukan karena Vivian, Elon Musk tidak akan pernah terlibat, tidak akan pernah membeli Twitter, Kamala Harris akan menjadi Presiden dan sayap kiri akan memiliki kendali instrumental total atas pembangunan Skynet.”

Iklan

Tak berselang lama, Musk mempertegas posisinya melalui cuitan lain. Ia menulis bahwa Vivian telah “dibunuh oleh virus pikiran woke, sekarang virus itu akan mati.”

Kronologi & Bukti yang Mengarah pada Akuisisi

Spekulasi mengenai motif Musk sebenarnya sudah mengakar sejak proses akuisisi pada April 2022 lalu. Berikut adalah deretan peristiwa yang melatarbelakanginya:

1. Penangguhan Akun Babylon Bee (Maret 2022)

  • Twitter menangguhkan akun satir sayap kanan, Babylon Bee, setelah mereka membuat judul berita yang menyebut Asisten Menteri Kesehatan AS, Rachel Levine (seorang transgender), sebagai “Man of the Year”.
  • CEO Babylon Bee, Seth Dillon, mengungkapkan bahwa Musk meneleponnya langsung untuk memverifikasi pemblokiran tersebut. Dalam panggilan itu, Musk sempat merenungkan ide untuk membeli Twitter.

2. Bocornya Pesan Teks Mantan Istri

Dokumen pengadilan Delaware mengungkap pesan teks dari mantan istri Musk, Talulah Riley, yang mendesak Musk untuk mengambil tindakan terhadap Twitter.

  • Desakan Riley : “Bisakah kamu membeli Twitter lalu menghapusnya, tolong!? Amerika menjadi GILA. Babylon Bee ditangguhkan itu gila… Tolong lakukan sesuatu untuk melawan paham ‘woke’.”
  • Jawaban Musk : “Mungkin membelinya dan mengubahnya agar benar-benar mendukung kebebasan berbicara.”

Garis Waktu Singkat Perubahan Twitter

  • April 2022 : Elon Musk mengajukan tawaran resmi dan membeli Twitter seharga USD 44 miliar.
  • Juli 2023 : Musk resmi mengubah nama dan logo Twitter menjadi X.
  • Juni 2026 : Musk secara terbuka mengakui bahwa transisi anaknya dan misi melawan ideologi woke menjadi pemicu utama akuisisi tersebut.

(fa/fza)

Iklan