SEMARANG, ifakta.co – Persaingan tenaga kerja global mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional.
Karena itu, banyak kampus mulai membuka akses magang dan kerja luar negeri guna meningkatkan kompetensi mahasiswa sejak masih berada di bangku kuliah.
Salah satu langkah tersebut dijalankan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip). Fakultas ini terus memperluas kerja sama internasional di sektor perikanan dan kelautan. Program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan industri global.
Iklan
Dekan FPIK Undip, Prof. Agus Trianto, menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di ruang kelas.
“FPIK UNDIP tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa dan alumni memiliki akses terhadap pengalaman global serta peluang karier internasional yang nyata. Ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja global,” ujarnya dalam laman UNDIP, Kamis (28/5).
Puluhan Mahasiswa Jalani Magang di Jepang
Sejak 2023, FPIK Undip rutin mengirim mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional di Jepang. Program ini membuka peluang bagi peserta untuk memahami sistem kerja industri perikanan modern yang telah menerapkan standar internasional.
Pada April 2026, fakultas kembali memberangkatkan 28 mahasiswa. Sebanyak 13 mahasiswa menjalani magang di Kota Ako. Sementara itu, 15 mahasiswa lainnya mengikuti program serupa di wilayah Esashi.
Selain itu, 11 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) juga bersiap mengikuti program yang sama di Esashi.
Peserta menjalani magang pada berbagai sektor. Mereka bekerja di bidang budidaya perikanan, hatchery, pengolahan hasil laut, hingga pengelolaan fasilitas akuakultur modern.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata di perusahaan Jepang. Mereka juga meningkatkan kemampuan bahasa asing, memperluas wawasan budaya, dan memahami etos kerja internasional.
Alumni Dibekali Peluang Kerja di Korea Selatan
FPIK Undip tidak hanya membuka akses bagi mahasiswa aktif. Fakultas juga membantu alumni yang ingin berkarier di luar negeri.
Saat ini, sembilan alumni mengikuti program pelatihan untuk bekerja di perusahaan akuakultur Korea Selatan. Mereka mengikuti skema Visa E-7-3 yang ditujukan bagi tenaga kerja asing terampil di sektor tertentu, termasuk bidang akuakultur.
Program tersebut membekali peserta dengan pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan pemahaman budaya kerja internasional. Dengan bekal itu, alumni dapat beradaptasi lebih cepat saat memasuki dunia kerja di Korea Selatan.
Sebelum mengikuti pelatihan lanjutan, peserta harus menjalani sejumlah tahapan seleksi. Mereka mengikuti Medical Check Up (MCU) lengkap serta tes psikologi. Fakultas menerapkan proses tersebut untuk memastikan kesiapan fisik dan mental peserta.
Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
FPIK Undip menilai pengalaman internasional menjadi nilai tambah penting bagi lulusan perikanan dan kelautan. Karena itu, fakultas terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai mitra industri luar negeri.
Program magang dan penempatan kerja internasional juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui program tersebut, mahasiswa dan alumni dapat mengenal teknologi, sistem produksi, dan budaya kerja yang berkembang di negara lain.
Selain meningkatkan kompetensi individu, program ini juga memperkuat reputasi FPIK Undip sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun konektivitas global.
Ke depan, fakultas berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni mampu menembus pasar kerja internasional. Dengan demikian, lulusan FPIK Undip tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat dunia.
(naf/lex)


