TANGERANG, ifakta.co – Aksi unjuk rasa terkait dugaan persoalan limbah digelar di PT EDS Manufacturing Indonesia (PEMI) yang berlokasi di Jalan Raya Serang Km 24, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten. Aksi tersebut dikawal personel gabungan TNI dan Polri dari Kodim 0510/Tigaraksa bersama Polsek Balaraja, Polresta Tangerang guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi itu diikuti sekitar 300 peserta. Massa diketahui berasal dari Usaha Paguyuban Masyarakat (UPAMAS) Kampung Tegal Murni RT 03/03 dan bukan berasal dari masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Senin 25 Mei 2026
Dalam kegiatan tersebut, Ucu Sunandar bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus koordinator aksi yang berlangsung di area PEMI AW/WH Balaraja.
Iklan
Di tengah aksi, Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf. Yudho Setyono., turun langsung ke lokasi guna memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung tertib serta tidak mengganggu stabilitas keamanan.
Di sela pengamanan, Letkol Inf. Yudho Setyono membeberkan bahwa persoalan yang terjadi bukan semata mengenai dugaan limbah perusahaan. Menurutnya, terdapat persoalan lain yang berkaitan dengan pengelolaan limbah domestik di lingkungan PT PEMI AW.
Dandim menjelaskan, sebelumnya pengelolaan limbah domestik PT PEMI AW dikelola oleh seseorang bernama Otong berdasarkan kontrak kerja sama dengan perusahaan. Namun saat ini masa kontrak tersebut telah berakhir.
Selanjutnya, UPAMAS disebut ingin mengambil alih pengelolaan limbah domestik tersebut. Namun hingga kini belum tercapai kesepakatan antara pihak PT PEMI dan UPAMAS.
Menurut Dandim, konflik antara Otong dan UPAMAS kemudian berkembang sehingga PT PEMI mengambil langkah koordinasi dengan Kodim 0510/Tigaraksa untuk dilakukan mediasi. Hal itu dilakukan mengingat PT PEMI merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), sehingga aspek kondusivitas keamanan menjadi perhatian.
“Kodim memiliki kewenangan untuk membantu menjamin situasi keamanan tetap kondusif di lingkungan perusahaan,” jelasnya kepada ifakta.co
Lebih lanjut, Dandim mengatakan pihak Kodim telah berkoordinasi dengan PT PEMI terkait mekanisme pengelolaan sampah domestik agar nantinya dapat melibatkan masyarakat.
Ia mengungkapkan, pada Jumat lalu pihaknya telah mengundang kedua belah pihak ke Kodim untuk proses musyawarah antara Otong dan UPAMAS. Namun, dalam agenda tersebut hanya pihak Otong beserta rekan-rekannya yang hadir.
“Saat proses mediasi, pihak UPAMAS tidak hadir. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, karena Kodim berupaya memfasilitasi penyelesaian, namun justru muncul tudingan yang tidak sesuai fakta. Sementara pihak yang bersangkutan tidak hadir dalam forum yang sudah difasilitasi,” kata Letkol Inf. Yudho Setyono.
Dandim juga mengungkapkan adanya dugaan penyebaran ujaran kebencian serta pengancaman terhadap direksi PT PEMI yang dilakukan oleh kelompok tertentu.
Meski demikian, aparat TNI-Polri tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal aksi agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.
“Kami hadir bukan untuk berpihak kepada siapa pun. TNI hadir menjadi jembatan agar apa yang menjadi tuntutan masyarakat terkait persoalan limbah dapat tersampaikan kepada pihak perusahaan, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di lingkungan sekitar,” ujar Letkol Inf. Yudho Setyono.
“TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Kami hadir untuk mengawal jalannya aksi agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik kepada pihak perusahaan,” tambahnya.
Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar PT EDS Manufacturing Indonesia terpantau aman dan terkendali. Sementara itu, berbagai pihak berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
(sib/lex)





