JAKARTA, ifakta.co – Bahasa gaul Gen Z terus berkembang seiring ramainya penggunaan media sosial. Melalui platform seperti TikTok, Instagram, hingga X, banyak istilah baru muncul lalu cepat viral di internet.
Istilah-istilah tersebut tidak hanya dipakai dalam percakapan santai, tetapi juga muncul di caption, komentar, meme, hingga konten video pendek.
Menariknya, sebagian besar bahasa gaul ini berasal dari bahasa Inggris. Namun, pengguna media sosial kemudian mengadaptasi maknanya agar sesuai dengan budaya digital anak muda saat ini.
Iklan
Delulu
“Delulu” berasal dari kata delusional. Gen Z memakai istilah ini untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berkhayal atau memiliki ekspektasi tidak realistis.
Biasanya, kata ini muncul dalam obrolan soal percintaan atau fandom.
Contoh: “Baru bales chat sekali langsung ngerasa jodoh. Delulu banget.”
No Cap
“No cap” berarti seseorang sedang berkata jujur tanpa melebih-lebihkan sesuatu. Istilah ini sering dipakai untuk meyakinkan lawan bicara.
Contoh: “Makanan di cafe A enak banget, no cap.”
Slay
Gen Z memakai kata “slay” untuk memuji seseorang yang tampil keren, percaya diri, atau berhasil melakukan sesuatu dengan baik.
Selain itu, istilah ini sering muncul saat membahas outfit, makeup, hingga penampilan di depan umum.
Contoh: “Dress kamu slay banget!”
Ghosting
“Ghosting” menggambarkan kondisi ketika seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar setelah sebelumnya intens berkomunikasi.


