TANGERANG, ifakta.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut Provinsi Banten sebagai daerah pertama di Indonesia yang secara tegas mendeklarasikan komitmen bersama dalam mewujudkan Gerakan Sekolah Aman dan Nyaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai membuka Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 yang meliputi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Kegiatan itu dirangkaikan dengan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dan peluncuran program Adiwiyata SMA, SMK, dan SKh se-Provinsi Banten di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

“Dalam catatan kami, secara nasional ini adalah yang pertama di Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Iklan

Ia mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar.

Sekolah Aman Bukan Hanya Soal Fasilitas

Menurut Abdul Mu’ti, konsep sekolah aman dan nyaman tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga mencakup kondisi sosial di lingkungan pendidikan.

Ia menegaskan, sekolah harus terbebas dari tindakan perundungan, kekerasan, maupun berbagai bentuk ancaman lainnya yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.

“Artinya, rasa aman itu tidak sebatas memberikan fasilitas fisik di sekolah, tetapi lingkungan di sekolah dan sekitarnya juga harus aman, baik dari tindakan perundungan ataupun lainnya,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Abdul Mu’ti menilai pengawasan harus melibatkan semua elemen, mulai dari siswa, guru, OSIS, Pramuka, orang tua, hingga pemerintah daerah. Pendekatan yang dilakukan juga harus mengedepankan sisi humanis dan preventif.

“Orang tua terlibat penting dalam mendukung budaya yang aman, itu tidak cukup dari sekolah, karena sering kali kekerasan itu terjadi setelah mereka pulang sekolah,” ujarnya.

Pengembangan Talenta Siswa Harus Terus Didukung

Selain membahas budaya sekolah aman dan nyaman, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya pengembangan bakat dan kreativitas siswa melalui kegiatan O2SN, FLS3N, dan LKS.

Menurutnya, ajang-ajang tersebut menjadi ruang penting bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

“Sehingga dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya talenta anak-anak yang berkembang, tetapi juga tumbuh karakter yang kuat pada siswa. Dalam jangka panjangnya, akan tumbuh generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Andra Soni: Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa persoalan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi atau kewenangan tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Ia menyebut kolaborasi menjadi kunci utama agar program pendidikan dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Karena menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan asri itu adalah tugas kita bersama,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, setiap anak memiliki keistimewaan dan bakat yang berbeda. Karena itu, ruang pengembangan diri harus terus dibuka agar siswa dapat tumbuh sesuai potensinya masing-masing.

“Makanya di situlah keistimewaan anak-anak,” imbuhnya.

Prestasi Pelajar Banten Terus Meningkat

Andra Soni juga menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para pelajar Banten yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Ia menilai kemajuan pendidikan di Banten saat ini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, sportivitas, hingga kepedulian lingkungan.

Dalam bidang olahraga, pelajar Banten mampu bersaing melalui berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Sementara di sektor seni dan budaya, siswa menunjukkan kreativitas lewat festival seni, karya inovatif, dan pertunjukan budaya.

Tak hanya itu, siswa SMA, SMK, dan SKh di Provinsi Banten juga terus menunjukkan peningkatan prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), hingga berbagai kompetisi teknologi dan talenta lainnya.

“Prestasi-prestasi tersebut membuktikan bahwa generasi muda Banten memiliki potensi besar untuk menjadi generasi unggul dan berdaya saing global,” tandasnya.

(Sb-lx)