JAKARTA, ifakta.co – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali mendapat kepercayaan sebagai salah satu pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.
Melalui peran ini, UNJ menunjukkan komitmennya dalam mendukung sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang adil, transparan, objektif, dan terstandar secara nasional.
Pada tahun ini, SNBT 2026 menghadirkan sejumlah penyesuaian. Namun demikian, penyelenggara tetap mempertahankan prinsip utama, yakni memberi kesempatan setara bagi seluruh calon mahasiswa melalui sistem seleksi yang kredibel dan berintegritas.
Iklan
Salah satu perubahan penting terletak pada mekanisme penentuan lokasi ujian. Jika sebelumnya peserta bebas memilih lokasi, kini sistem langsung menentukan lokasi ujian. Kebijakan ini bertujuan untuk meratakan distribusi peserta, mengoptimalkan kapasitas pusat UTBK, serta meminimalkan potensi kecurangan. Selain itu, sistem ini juga membantu kelancaran pelaksanaan ujian di seluruh Indonesia.
Materi Ujian Tetap, Strategi Belajar Perlu Dimatangkan
Dari sisi materi, UTBK-SNBT 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Peserta tetap menghadapi Tes Potensi Skolastik (TPS), Penalaran Matematika, Literasi Bahasa Indonesia, serta Literasi Bahasa Inggris. Oleh karena itu, peserta dapat melanjutkan strategi belajar sebelumnya, sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dan manajemen waktu.
Sebagai pusat UTBK, UNJ langsung menyiapkan seluruh kebutuhan teknis dan nonteknis. Kampus ini mengoptimalkan sarana, sumber daya manusia, serta sistem pendukung agar pelaksanaan berjalan lancar, aman, dan nyaman.
11 Lokasi Ujian dan Puluhan Ribu Peserta
UNJ menyelenggarakan UTBK-SNBT 2026 di 11 lokasi. Lima lokasi berada di lingkungan kampus UNJ, yaitu Gedung Pustikom, Gedung Dewi Sartika, Gedung SFD Tower A, Gedung SFD Tower B, serta Gedung L Fakultas Teknik. Sementara itu, enam lokasi lainnya berada di sekolah mitra, yaitu SMKN 1, SMKN 10, SMKN 40, SMKN 44, SMKN 48, dan SMKN 50 Jakarta.
Tahun ini, sebanyak 35.191 peserta mengikuti ujian di pusat UTBK UNJ. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 33.354 peserta. Dengan peningkatan ini, UNJ memperkuat kesiapan operasional di seluruh lokasi.
Pelaksanaan UTBK berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026. Khusus di kampus UNJ, panitia menambah satu hari pelaksanaan pada 2 Mei 2026. Setiap hari, panitia membagi ujian menjadi dua sesi, yakni pagi pukul 06.45 WIB dan siang pukul 12.30 WIB, dengan penyesuaian khusus pada hari Jumat.
Koordinasi Intensif dan Simulasi Teknis
Untuk memastikan kesiapan maksimal, UNJ menggelar Lokakarya Koordinasi Persiapan UTBK-SNBT 2026 pada 14 April 2026 di Luxury Inn Arion Hotel Rawamangun. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, PLN, Telkom, sekolah mitra, serta panitia internal kampus.
Selain itu, UNJ juga mengadakan pembekalan khusus bagi pengawas, tim IT, Penanggung Jawab Lokasi (PJL), dan Wakil Penanggung Jawab Lokasi (WPJL). Kegiatan ini berlangsung pada 15–17 April 2026 di Auditorium Maftuhah Yusuf. Melalui pembekalan ini, seluruh petugas memahami prosedur operasional, tata tertib, serta penanganan situasi darurat.
Di sisi lain, tim teknis melakukan simulasi dan uji coba seluruh perangkat. Mereka memastikan komputer, jaringan internet, sistem kelistrikan, serta aplikasi ujian berjalan optimal. Dengan langkah ini, UNJ berupaya meminimalkan kendala teknis saat pelaksanaan.
Layanan Prima dan Pengawasan Ketat
UNJ juga mengutamakan pelayanan bagi peserta. Kampus ini menyediakan informasi lengkap terkait lokasi ujian, aturan berpakaian, serta barang yang boleh dan tidak boleh dibawa. Selain itu, panitia mengimbau peserta untuk survei lokasi, menggunakan transportasi umum, dan datang lebih awal.
Untuk menjaga integritas, petugas menerapkan pemeriksaan berlapis, termasuk verifikasi identitas dan penggunaan metal detector. Dengan demikian, UNJ memastikan seluruh proses berjalan jujur dan akuntabel.
Dari sisi fasilitas, UNJ menyediakan 1.680 komputer utama dan 249 unit cadangan setiap hari. Seluruh perangkat tersebut tersebar di 75 ruang ujian di 11 lokasi. Selain itu, UNJ juga menyiapkan ruang khusus bagi peserta berkebutuhan khusus sebagai bentuk komitmen terhadap layanan inklusif.
Komitmen Sukseskan Seleksi Nasional
UNJ terus menjalin koordinasi intensif dengan Panitia Pusat SNPMB. Melalui sinergi ini, seluruh pelaksanaan di tingkat lokal tetap selaras dengan kebijakan nasional.
Dengan persiapan matang, sistem yang terintegrasi, serta dukungan berbagai pihak, UNJ optimistis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 akan berjalan lancar, tertib, dan berintegritas. Selain itu, UNJ juga berupaya menghadirkan pengalaman seleksi yang nyaman dan berkualitas bagi seluruh peserta.
(naf/kho)




