KUNINGAN, ifakta.co – Rizal Nurdimansyah (39), guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, segera laporkan dugaan penyalahgunaan identitas pribadinya ke Polres Kuningan.
Kasus bermula saat namanya tercatat sebagai pemilik Ferrari 458 Speciale Aperta bernilai miliaran rupiah di Samsat setempat.
“Penyalahgunaan identitas untuk beli Ferrari ini harus diusut. Jangan sampai warga Kuningan lainnya kena,” tegasnya saat ditemui di Kuningan malam itu.
Iklan
Kronologi dimulai 2 April 2026. Rizal terima telepon misterius dari nomor tak dikenal. Pelaku minta data KTP untuk urusan pembelian mobil. Guru honorer ini tolak permintaan mencurigakan tersebut.
Namun, Senin (13/4/2026), perangkat desa beri tahu informasi mengejutkan. Nama Rizal muncul dalam transaksi Ferrari mewah. Ia langsung cek langsung ke Kantor Samsat menggunakan NIK pribadi.
“Benar terdaftar tiga kendaraan: dua mobil dan satu motor. Ferrari itu bukan punya saya,” ungkap Rizal kaget.
Rizal ambil tindakan preventif. Petugas Samsat arahkan blokir data kendaraan via aplikasi. “Saya langsung blokir supaya tak timbul masalah lebih jauh,” katanya tegas.
Ia khawatir tanggung beban pajak jumbo dari Ferrari tersebut. Tak hanya itu, potensi jerat hukum muncul jika mobil palsu itu terlibat tindak pidana.
Rizal tegaskan tak pernah beri data pribadi atau buat surat pernyataan untuk transaksi apapun.
Kepala Satreskrim Polres Kuningan, IPTU Abdul Aziz, konfirmasi terima laporan.
“Pelapor sudah buat statement. Tim selidiki dugaan pemalsuan identitas,” ujarnya.
(ca/cin)



