JAKARTA, ifakta.co – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini seiring melonjaknya harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran baru di pasar global.

Sejumlah analis menilai kenaikan tajam harga minyak mentah berpotensi menekan sentimen investor, terutama di negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia. Lonjakan harga energi dikhawatirkan memicu tekanan inflasi serta meningkatkan beban biaya produksi di berbagai sektor industri.

Sentimen global turut memperkuat tekanan tersebut. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah serta gangguan pasokan energi membuat harga minyak mentah dunia bergerak naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu aksi wait and see dari pelaku pasar.

Iklan

Di dalam negeri, pelemahan IHSG juga diperkirakan dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan indeks pada perdagangan sebelumnya. Investor cenderung lebih berhati-hati sambil mencermati perkembangan harga komoditas energi dan dinamika ekonomi global.

Beberapa sektor diperkirakan paling terdampak, terutama sektor transportasi, manufaktur, dan industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap biaya energi.

Sebaliknya, saham-saham di sektor energi berpotensi mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak.

Pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan harga komoditas global serta perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi arah pasar ke depan. Dengan kondisi yang masih diliputi ketidakpastian, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. (J0)