MEDAN, ifakta.co – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengungkap lokasi penyimpanan vape yang diduga mengandung etomidate di sebuah bengkel sepeda motor di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial SH (39).
Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha menjelaskan, pengungkapan bermula ketika petugas menangkap SH di Jalan H. Anif, Desa Sampali, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Saat itu, SH diduga membawa vape yang mengandung etomidate di dalam jok sepeda motornya.
“Saat kami tangkap, kami temukan 29 bungkus vape dengan kandungan etomidate. Saat kami lakukan penggeledahan, kami temukan satu anak kunci, yang dicurigai sebagai kunci gudang penyimpanan narkoba,” kata Rafli dalam keterangannya.
Iklan
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan berdasarkan temuan tersebut. Petugas menelusuri asal barang dan memeriksa lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan. Penelusuran itu mengarah ke sebuah bengkel sepeda motor di Desa Bandar Setia.
Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sebuah kamar di dalam bengkel yang diduga menjadi tempat penyimpanan vape. Sejumlah barang disimpan dalam koper di ruangan tersebut. Polisi menyebut jumlah vape yang ditemukan mencapai ribuan unit. Laporan mengenai pengungkapan ini menyebut total barang bukti mencapai 1.152 unit, termasuk 29 bungkus yang ditemukan saat penangkapan SH.
Lokasi penyimpanan itu tidak langsung terlihat mencurigakan karena bagian depannya digunakan sebagai bengkel. Polisi kini perlu mendalami bagaimana barang tersebut masuk ke lokasi, siapa yang menguasai penyimpanan, serta ke mana vape itu diduga akan diedarkan.
Etomidate merupakan zat yang penggunaannya memiliki risiko kesehatan dan menjadi perhatian aparat dalam pengungkapan peredaran vape. Meski demikian, status dan kandungan barang bukti untuk kepentingan hukum harus mengacu pada hasil pemeriksaan yang berwenang. Dugaan kandungan zat terlarang perlu dibedakan dari hasil pengujian laboratorium.
Penyidik juga perlu menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pemasok dan penerima barang. Informasi mengenai jaringan distribusi, asal pengiriman, serta tujuan peredaran penting untuk mengungkap apakah kasus ini berkaitan dengan aktivitas yang lebih luas.
Pengungkapan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap produk vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya. Konsumen sebaiknya tidak menggunakan cairan atau perangkat yang ditawarkan tanpa informasi produk yang dapat dipertanggungjawabkan.
Polisi masih perlu menjelaskan perkembangan penyidikan dan status hukum para pihak berdasarkan hasil pemeriksaan. Setiap dugaan tindak pidana harus dibuktikan melalui proses hukum, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.
(wl/wl)






