JAKARTA, ifakta.co – Ketenangan siang hari di kawasan Jalan Waru Raya, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (1/10/2026) mendadak pecah oleh aksi mengerikan. Dua pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor tak segan melepaskan tembakan ke arah warga yang memergoki aksi mereka. Insiden menegangkan ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan sebuah teror yang diselimuti topeng ojek online. Beruntung, tidak ada korban jiwa, namun rasa cemas sempat menyelimuti warga.
Namun, sepak terjang para bandit ini tak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan waktu, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kalideres berhasil melacak dan meringkus kedua pelaku. Drama penangkapan berlangsung di tempat persembunyian mereka yang terpencil, di tengah hutan Kebon Singkong, Jabung, Lampung Timur. Tak hanya berhasil menghentikan aksi kejahatan mereka, polisi juga harus mengambil tindakan tegas dan terukur, melumpuhkan kedua residivis tersebut dengan timah panas pada bagian kaki, lantaran nekat melawan petugas dengan senjata api.
Dua Residivis Berpistol Mengancam Warga di Siang Bolong
Menurut keterangan Ketua RT 006/RW 011 Kalideres, Dedi, aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 12.16 WIB. Dua pelaku datang berboncengan dengan sepeda motor. Salah satu di antaranya mengenakan atribut ojek online yang membuatnya seolah-olah tak mencurigakan. Sementara rekannya mengenakan pakaian biasa, masker, dan helm yang menutupi wajah. Sebuah modus penyamaran yang licik, dirancang untuk mengelabui warga.
Iklan
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menjelaskan bahwa identitas kedua tersangka adalah Febriansyah dan Bustomy. Keduanya memang dikenal sebagai residivis yang sengaja datang dari Lampung Timur ke Jakarta untuk menjalankan aksi curanmor. Parahnya lagi, mereka tidak ragu menggunakan senjata api jika aksinya terbongkar atau saat menghadapi perlawanan.
Pada saat kejadian di Gang Waru, Kalideres, warga yang mengetahui aksi mereka langsung meneriaki keduanya. Bukannya menyerah, salah satu tersangka justru mengeluarkan senjata api rakitan dan melepaskan tembakan. Beruntung, tembakan tersebut meleset dan tidak ada warga yang terluka. Para pelaku kemudian berhasil melarikan diri dengan membawa sepeda motor curian, meninggalkan kepanikan di lokasi. Di hari yang sama, kedua tersangka juga diduga melakukan pencurian sepeda motor di depan Danmogot Mall.
“Pada saat itu, mereka berdua diteriaki maling, pencuri. Setelah itu, salah satu di antara mereka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap warga. Alhamdulillah, tidak ada warga yang kena, selamat,” terang Kombes Pol Nasriadi. Ia menambahkan, penggunaan senjata api ini menegaskan bahwa para pelaku telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk melukai siapa pun yang menghalangi niat jahat mereka.
Dilumpuhkan di Hutan Kebon Singkong, Lampung Timur
Berbekal informasi dan keterangan dari warga, polisi langsung bergerak cepat. Tim Satuan Reserse Mobile (Resmob) Polres Metro Jakarta Barat bersama Unit Reskrim Polsek Kalideres melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, jejak kedua tersangka mengarah jauh ke wilayah Jabung, Lampung Timur.
Febriansyah dan Bustomy ditemukan bersembunyi di kawasan hutan Kebon Singkong. Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus. Saat hendak diringkus, kedua tersangka nekat melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. “Dalam melakukan penangkapan, mereka mencoba melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api. Untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan, anggota Jakarta Barat melakukan tindakan tegas yang terukur,” jelas Kombes Pol Nasriadi.
Kedua tersangka akhirnya dilumpuhkan dengan luka tembak pada bagian kaki, satu di kaki kanan dan satu di kaki kiri. Setelah berhasil diamankan, keduanya langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Terlibat Belasan Kasus Curanmor, Senjata Api dan Jaket Ojol Disita
Dari pendataan sementara, terungkap fakta mengejutkan. Kedua tersangka diduga terlibat dalam 14 aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Jakarta Barat saja. Kombes Pol Nasriadi menduga, jumlah ini masih bisa bertambah karena penyidikan terus dilakukan. Bahkan, mereka juga disinyalir terlibat dalam belasan aksi serupa di wilayah hukum kepolisian lainnya.
“Hasil pendataan mereka, mereka telah melakukan 14 kali curanmor di wilayah Jakarta Barat, 14 kali. Dan mereka juga melakukan curanmor tersebut belasan kali di wilayah hukum Polres Jakarta Barat lainnya. Ini masih kita data, masih kita dalamin,” ungkap Nasriadi.
Dalam penangkapan ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting: satu pucuk senjata api rakitan beserta belasan butir peluru tajam kaliber 9 x 19 milimeter. Ini menguatkan dugaan bahwa mereka memang telah mempersiapkan diri untuk melukai korban. Selain itu, satu jaket ojek online yang digunakan sebagai penyamaran juga turut diamankan.
Penyidik juga masih mendalami asal-usul senjata api tersebut, cara mereka mendapatkannya, serta memburu pelaku lain yang mungkin terlibat dalam jaringan curanmor ini. Termasuk mencari para penadah yang menjadi mata rantai penting dalam penjualan motor curian.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci ganda, dan memarkir kendaraan di tempat aman. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib dan hindari konfrontasi langsung, terutama jika pelaku dicurigai bersenjata. Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras polisi dan partisipasi aktif masyarakat yang berani memberikan informasi.
(wl/wl)







