TANGERANG, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi pascakebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Langkah tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).
Rapat koordinasi dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta para relawan. Pertemuan tersebut membahas evaluasi berakhirnya masa status tanggap darurat sekaligus menyusun strategi mitigasi pada masa transisi pascakebakaran.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan, berakhirnya status kedaruratan bukan berarti upaya penanganan dihentikan. Pemerintah daerah bersama Satuan Tugas (Satgas) akan tetap melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah munculnya kembali titik api, terutama di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Iklan
“Hari ini kami melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah-langkah mitigasi pada masa transisi pascakebakaran. Meskipun status kedaruratan berakhir, seluruh unsur terkait tetap harus siaga karena ancaman kebakaran masih ada selama musim kemarau,” ujar Maesyal Rasyid.
Menurutnya, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup akan terus melakukan penyiraman, pembasahan, dan pendinginan secara berkala di seluruh area TPA Jatiwaringin untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
“Kami akan terus melakukan pembasahan dan pendinginan di seluruh area TPA. Petugas tetap disiagakan agar kondisi benar-benar aman dan tidak muncul kembali titik api,” katanya.
Sebagai langkah penguatan mitigasi, Pemkab Tangerang juga akan membangun sejumlah infrastruktur pendukung, di antaranya dua unit toren air, pemasangan bioblock sebagai cadangan air, penyediaan mesin alkon berdaya semprot hingga 100 meter, serta merencanakan pembangunan tandon air berkapasitas besar.
Menurut Maesyal, penyediaan sarana tersebut bertujuan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran.
“Atas berbagai masukan yang kami terima, pembangunan sarana penyediaan air akan segera direalisasikan. Mesin alkon juga disiapkan agar pembasahan dapat menjangkau area yang tidak dapat dilalui kendaraan pemadam,” jelasnya.
Ia menambahkan, masa transisi pascakebakaran belum memiliki batas waktu yang pasti karena bergantung pada kondisi cuaca selama musim kemarau. Oleh sebab itu, seluruh upaya mitigasi akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.
“Kami belum bisa menentukan kapan masa transisi berakhir. Selama masih ada potensi kebakaran, penyiraman dan pembasahan akan terus dilakukan,” ungkapnya.
Selain penanganan di lokasi TPA, Pemkab Tangerang juga memastikan pemantauan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak tetap dilakukan melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
“Kondisi kesehatan masyarakat terus dipantau agar dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran dapat segera ditangani,” tuturnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan Satgas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin tetap dipertahankan meski status tanggap darurat dicabut. Menurutnya, sinergi seluruh unsur Forkopimda, BPBD, dan perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Satgas tetap bekerja. Kolaborasi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam memastikan mitigasi kebakaran berjalan efektif dan terkoordinasi,” pungkasnya.
(sib/lex)



