BANYUMAS, ifakta.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah pedesaan.
Salah satu langkah tersebut terlihat melalui kunjungan edukatif Kepala BNN Kabupaten Banyumas, Kombes Pol Iwan Irmawan, Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang, Selasa (19/5).
Kegiatan berlangsung di wilayah barat daya Kabupaten Banyumas yang berbatasan dengan jalur selatan. Desa Gunung Wetan memiliki sekitar 3.000 penduduk dan berada cukup jauh dari pusat perkotaan. Meski demikian, pemerintah desa setempat aktif memperkuat kesadaran masyarakat terkait bahaya narkoba.
Iklan
Kepala Desa Gunung Wetan, Cadem Cahyati, menyambut langsung kedatangan Kepala BNN Banyumas bersama perangkat desa dan masyarakat. Dalam sambutannya, Cadem menegaskan komitmennya menjaga lingkungan desa agar tetap aman dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Menurutnya, ancaman narkoba dapat merusak generasi muda sekaligus melemahkan ketahanan sosial masyarakat desa. Karena itu, pemerintah desa rutin menggelar penyuluhan dan pelatihan pencegahan narkoba setiap tahun.
Desa Aktif Libatkan Masyarakat
Pemerintah Desa Gunung Wetan melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan pencegahan narkoba. Pemerintah desa mengajak tokoh masyarakat, kader desa, pemuda, hingga lembaga desa untuk ikut memperkuat edukasi bahaya narkoba.
Selain itu, desa juga menggandeng BNN Kabupaten Banyumas sebagai narasumber utama dalam berbagai kegiatan penyuluhan. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman narkotika yang masih terus berkembang.
Kombes Pol Iwan Irmawan mengapresiasi langkah aktif yang dilakukan pemerintah desa. Ia menilai kepedulian masyarakat menjadi modal penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum atau BNN saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat,” tegasnya, dikutip dari RRI (19/5).
Kasus Narkoba Banyumas Masih Tinggi
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN Banyumas juga memaparkan kondisi kasus narkoba di wilayah Banyumas. Ia menyebut Kabupaten Banyumas masih menempati peringkat ketiga tertinggi kasus narkoba di Jawa Tengah.
Selain itu, data tahun 2025 menunjukkan Kecamatan Jatilawang mencatat satu kasus narkoba dan satu klien rehabilitasi. Karena itu, BNN Banyumas terus meningkatkan edukasi dan pengawasan berbasis masyarakat.
Kombes Iwan menilai keluarga memiliki peran paling penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Ia juga meminta masyarakat lebih aktif mengawasi lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat perlu segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.
Forkopimcam Dukung Pencegahan Narkoba
Kegiatan edukasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Jatilawang. Dalam kesempatan itu, Forkopimcam menyatakan dukungan penuh terhadap program kolaboratif pencegahan narkoba di wilayah pedesaan.
Forkopimcam juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan akan memperluas edukasi masyarakat terkait bahaya narkoba.
BNN Banyumas berharap sinergi antara pemerintah desa, aparat, dan masyarakat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan kerja sama tersebut, upaya pencegahan narkoba dinilai akan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dorong Banyumas Bersih dari Narkoba
Melalui kegiatan edukatif ini, BNN Kabupaten Banyumas ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun Kabupaten Banyumas yang Bersih dari Narkoba atau Bersinar.
Kombes Iwan turut mengajak desa lain di Banyumas mengikuti langkah Desa Gunung Wetan dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. Menurutnya, desa memiliki posisi penting sebagai benteng pertama dalam menjaga generasi muda dari penyalahgunaan zat terlarang.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, dan keluarga, upaya pencegahan narkoba di Banyumas diharapkan semakin kuat. Selain itu, lingkungan masyarakat yang aman dan sehat juga dapat terus terjaga untuk masa depan generasi muda.
(naf/lex)





