BANYUMAS, ifakta.co – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas menghadirkan inovasi berupa Tugu Baca di kawasan Alun-Alun Purwokerto.
Fasilitas ini resmi diluncurkan pada peringatan hari jadi ke-455 Kabupaten Banyumas dan terletak di sisi timur Alun-Alun Purwokerto. Posisi yang strategis tersebut memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya.
Selain itu, keberadaannya turut melengkapi fasilitas ruang publik sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat luas.
Iklan
Akses E-Book Gratis Berbasis Lokasi
Tugu Baca menyediakan sekitar 150 koleksi buku digital, baik fiksi maupun nonfiksi. Pengunjung dapat mengaksesnya secara gratis dengan memindai barcode menggunakan ponsel pintar, kemudian mengikuti petunjuk yang tersedia.
Namun demikian, layanan ini menggunakan sistem berbasis Global Positioning System (GPS). Oleh karena itu, pengguna hanya dapat mengakses koleksi tersebut ketika berada di area Alun-Alun Purwokerto dan sekitarnya dalam radius kurang lebih satu kilometer.
Jadi Pilihan Mahasiswa Isi Waktu Luang
Keberadaan Tugu Baca mendapat respons positif dari pengunjung, khususnya kalangan mahasiswa. Farah, mahasiswa UIN Saizu, mengaku sering memanfaatkan fasilitas tersebut saat memiliki waktu luang.
“Kalau ada waktu luang, ini jadi salah satu pilihan. Selain bisa menikmati pemandangan sore setelah pulang kuliah, kita juga bisa jajan dan baca buku digital, yaa itung-itung nambah literasi juga,” ujarnya, Senin (20/4).
Meski demikian, ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas di lokasi tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca kerap menjadi kendala bagi pengunjung.
“Tapi sayang banget, kalau hujan atau pas cuaca panas, kita ga bisa nongkrong di sini karena ga ada peneduh,” tambahnya.
Ruang Literasi yang Semakin Dekat dengan Masyarakat
Keberadaan Tugu Baca menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadirkan literasi di ruang publik. Dengan konsep unik dan mudah, masyarakat kini memiliki alternatif baru untuk mengisi waktu luang secara produktif.
Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan. Dengan begitu, budaya membaca tidak hanya tumbuh di ruang formal, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat di ruang terbuka seperti Alun-Alun Purwokerto.
(naf/kho)



