JAPAN, ifakta.co – Nissan Motor Co. tengah melakukan pembicaraan strategis dengan raksasa teknologi asal Taiwan, Foxconn, guna menjajaki potensi kolaborasi dalam pengembangan kendaraan listrik (EV). Salah satu tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk menyelamatkan pabrik Oppama milik Nissan di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, Jepang, dari ancaman penutupan.

Pabrik Oppama, yang merupakan salah satu fasilitas produksi bersejarah Nissan sejak 1961, dilaporkan mengalami penurunan kapasitas produksi seiring perubahan arah industri otomotif menuju elektrifikasi dan efisiensi rantai pasok global. Kolaborasi dengan Foxconn yang memiliki pengalaman luas dalam manufaktur elektronik serta ambisi besar di sektor kendaraan listrik dianggap sebagai peluang strategis untuk menghidupkan kembali fasilitas tersebut.

Menurut laporan yang beredar, pembahasan mencakup kemungkinan produksi bersama kendaraan listrik di Oppama, dengan memanfaatkan teknologi Foxconn dan infrastruktur produksi Nissan. Kerja sama ini juga dapat membuka jalan bagi model EV baru yang dikembangkan bersama, serta memperluas pasar kedua perusahaan, baik di Asia maupun global.

Iklan

Langkah ini mencerminkan strategi baru Nissan untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan mempertahankan basis produksinya di dalam negeri, di tengah tekanan global untuk efisiensi dan keberlanjutan. Sementara itu, bagi Foxconn, kolaborasi ini dapat memperkuat ambisinya masuk lebih dalam ke pasar otomotif, menyusul proyek EV sebelumnya seperti platform MIH dan kerja sama dengan produsen mobil lainnya.

Kedua pihak belum mengumumkan kesepakatan final, namun perundingan disebut berlangsung intensif. Jika terealisasi, kerja sama ini bukan hanya akan memperpanjang usia pabrik Oppama, tetapi juga memperkuat posisi Nissan dan Foxconn dalam industri kendaraan listrik global yang semakin kompetitif.

(Sb-Alex)