Hari-Hari Pasar Swalayan Kalideres Diduga Langgar Physical Distancing

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2020 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Jakarta – Pemberlakuan physical disstancing (pembatasan fisik) oleh pemerintah untuk mencegah penularan wabah virus corona (Covid-19) rupanya masih dipandang sebelah mata oleh para pelaku usaha.

Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona yang mudah menular ini, Pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan masyarakat untuk menjaga jarak aman dengan orang lain melalui physical distancing.

Di DKI Jakarta, warganya dikenal tidak disiplin. Situasi inipun dimanfaatkan oleh pasar swalayan untuk mengeruk laba dengan mengabaikan protokol physical distancing.

Salah satunya adalah pasar swalayan Hari Hari Kalideres, Jakarta Barat dan Teluk Gong, Jakarta Utara. Kedua swalayan ini menjadi bukti bahwa manajemen tidak peduli bahaya Covid-19.

Dari pantauan awak media, di dua lokasi swalayan Hari Hari di wilayah Kalideres, Jakarta Barat dan Teluk Gong, Jakarta Utara, terlihat banyak pelanggaran physical distancing. Bahkan, pihak manajemen pun tidak memiliki protokol physical distancing untuk diterapkan kepada pengunjung.

Dari pantauan wartawan, nampak warga berhimpit-himpitan berbelanja di pasar swalayan itu, khususnya di antrian kasir dan lorong-lorong rak.

Ketika dikonfirmasi, Bagian Umum Pasar Swalayan Hari Hari Kalideres, Wardoi, membantah tidak menerapkan physical distancing.

“Kami sudah memberi himbauan kepada pengunjung setiap 1 menit sekali,” kata Wardoi, Selasa (12/5) sore, saat dikonfirmasi di pusat belanja tersebut.

Namun faktanya, selama 30 menit tidak terdengar himbauan seperti yang dikatakan pihak bagian umum Pasar Swalayan Hari Hari Kalideres.

Tidak diterapkannya physical distancing di Hari Hari Kalideres tentu menjadi preseden buruk bagi kinerja Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Padahal, bukan pemerintah yang gagal menekan penyebaran covid-19, namun pelaku usaha dan warganya yang tidak disiplin menjalankan protokol physical distancing di Kalideres-zona merah penyebaran covid-19.

Hari Hari Teluk Gong

Di tempat terpisah, Hari Hari Teluk Gong, Jakarta Utara, suasana serupa juga terlihat tidak ada penerapan physical distancing.

Kalimat yang sama pun terucap dari pihak manajement Hari Hari Teluk Gong, bahwa mereka sudah memberikan himbauan kepada pengunjung.

Fakta serupa pun tidak dapat dikelabui, bahwa prakteknya himbauan itu tidak ada dan pengunjung pun bebas masuk tanpa ada pembatasan maksimal-protokol physical distancing.

Yudi selaku pihak management Hari Hari Teluk Gong mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya himbauan seperti pamflet dan pengeras suara.

“Kami sudah membuat batasan jarak antrean di kasir dan pintu masuk,” ucap Yudi dilansir dari faktapers.di

Berdasarkan pantauan wartawan, tidak ada tanda pembatas jarak bagi pengunjung untuk berbelanja di Hari Hari Teluk Gong. Pengunjung terlihat berhimpitan tanpa ada teguran dari management.

“Kita juga udah batesin, setiap setengah jam sekali juga kita udah omongin ke konsumen. Yang namanya konsumen susah pak. Saya gak ada wewenang urusan ini, kalo saya kan urusan supervisor. Kalo masalah operasional ini udah ditanganin sama Kapospol, karena SOP nya kita ‘kan udah tugas dia ngatur,” ujar Yudi.

Dan perlu diketahui bahwa Hari Hari Teluk Gong mempekerjakan seseorang mengenakan seragam polisi sebagai salah satu keamanan, dan tugasnya mendampingi seseorang berseragam TNI-tugasnya mengukur suhu pengunjung dan memberikan hand sanitizer di pintu masuk.

Namun, kedua orang berseragam aparat itu tidak membatasi pengunjung yang berbelanja ke Hari Hari Teluk Gong. Dan pada jam-jam tertentu, Hari Hari Teluk Gong terlihat sumpek karena dipenuhi warga berbelanja.

Dari kasus pelanggaran physical distancing ini, ada dugaan oknum aparat melindungi pelaku usaha Hari Hari Teluk Gong, padahal protokol physical distancing sudah sangat jelas untuk membatasi pergerakan manusia dengan jarak aman, sehingga mampu menekan penyebaran Covid-19. 

(my)

Baca juga :  Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg Masih Aman

Berita Terkait

RSUD Tamansari Bersama Bazis dan Perdani Gelar Operasi Katarak Gratis
Diduga Hanya Kantongi Izin Pengecer, Toko Miras Tandior Sediakan Minum di Tempat
Parkir Valet 100Rb di Bumi Pakubuwono Jaksel, Pengunjung Sebut Masuk Jebakan Betmen
Warga Minta Walkot Jakbar Bongkar Reklame di Corner Park Srengseng
Mitrapol Gandeng BUMN Bagikan 500 Paket Sembako untuk Warga dan Jurnalis
Rayakan Imlek dan Cap Go Meh Vihara Hemadhiro Mettavati Gelar Fashion Show Cici-Koko
Caleg H. Rustam Effendi Dikabarkan Dipolisikan Lantaran Diduga Korupsi Uang Yayasan
Terminal Kalideres Gelar Tes Narkoba Awak Bus Demi Keselamatan Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Terus Genjot Kemampuan Kehumasan, Humas Polri Gelar Sertifikasi Tingkat Pama

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:36 WIB

Prabowo Subianto Resmi Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan dari Jokowi

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:13 WIB

JMSI Bantu Pendidikan Jarak Jauh SiberMu

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:25 WIB

Dinas Perumahan DKI Jakarta Diduga Dukung Oknum Warga Rusun City Garden untuk Langgar Peraturan

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:13 WIB

Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak: Program TNI AD Buka Peluang-peluang Baru Sejahterakan Masyarakat

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:19 WIB

Didesak Dewan Pers, Presiden Jokowi Akhirnya Teken Perpres Publisher Right

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:37 WIB

AHY Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN Gantikan Hadi Tjahjanto Hari Ini

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:11 WIB

Hadiri Puncak HPN 2024, Jokowi Titipkan Dua Pesan Kepada Insan Pers Indonesia

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca