Berhasil Geserkan Ratusan Kandidat, Kasie Pidsus Nganjuk Melenggang ke KPK

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2020 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Nganjuk – Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejaksaan Negeri Nganjuk, Eko Wahyu Prayitno berhasil terpilih menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) di tubuh KPK setelah lolos dalam seleksi bersama 5 kandidat lainnya.

Eko Wahyu Prayitno berhasil menggeser ratusan peserta dari seluruh Indonesia melalui proses seleksi yang sangat ketat. Ia mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan bertugas sebagai JPU pada lembaga anti rasuah tersebut.

“Sebelumnya tidak pernah berfikir menjadi jaksa di KPK. Alhamdulilah kemarin ada kesempatan pendaftaran, jadi saya ikut, dan akhirnya lolos di panggil sebagai JPU di KPK,” kata Eko usai acara pengantar tugas di Kejaksaan Negeri Nganjuk, Jumat 6 Maret 2020.

Pria yang belum genap 10 bulan bertugas di Kejari Nganjuk, yaitu tepatnya sejak Mei 2019 lalu itu termotivasi untuk menjadi Jaksa di KPK berbekal dari pengalamannya selama menjadi Jaksa yang sering menangani tindak pidana korupsi.

Di samping itu hatinya merasa  terpanggil untuk mengabdi pada negara dengan memberantas korupsi secara tuntas.

“Kebetulan saya menangani tindak pidana korupsi sejak tahun 2007, sejak di angkat pertama kali sebagai Jaksa sudah menangani tindak pidana  korupsi, Insya Allah di beri kelancaran nantinya,” ungkap Eko.

Untuk mengisi kekosongan di posisi Kasie Pidsus Kejari Nganjuk sementara di tugaskan Issandi Hakim yang sebelumnya sebagai Kasie Pengelolaan Barang Dan Bukti dan Barang Rampasan Kejari Nganjuk.

“Karena Pak Eko sudah berpindah tugas ke KPK di Jakarta, sementara posisi Kasi Pidsus di sini sangat strategis untuk menangani berbagai perkara. Maka saya akan menunjuk Pak Sandi sebagai PLH Kasi Pidsus untuk sementara,” ujar Firmansyah Subhan, Kepala Kejari Nganjuk.

Sementara untuk Eko Wahyu Prayitno sendiri secara definitif akan di lantik dengan jabatan barunya sebagai JPU KPK pada 09 Maret 2020 mendatang. (May)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Lestarikan Budaya Lokal, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Adakan Pelatihan Jumputan
PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper Salurkan 43 Hewan Kurban ke 26 Desa di Muara Enim
Sambut HUT Ke-78 Bhayangkara, Polres Nganjuk Gelar Program Bedah Rumah
Terlalu, Oknum Kades di Badean Diduga Nekat Pungli Program PTSL
Perusahaan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus Bali Gelar Bazar Kemanusiaan Guna Peringati HANI 2024
Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi 2024, Pj.Bupati Nganjuk: Jangan Lupakan Sejarah!!!..
Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Buka Latja Siswa Diktuk BA Gelombang I T.A. 2024
Pj.Bupati Nganjuk Bersama Forkopimda Berangkatkan 713 Calon Jemaah Haji Asal Nganjuk

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:23 WIB

Sejumlah Upaya Terus Dilakukan, Termasuk Proses Mediasi di PN Tangerang, Kuasa Hukum Penggugat Minta Widya Andescha Harus Kembalikan Hak Ketiga Kliennya

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:04 WIB

Tak Diberangkatkan, Ratusan Calon PMI Minta ke Widya Andescha Uang Dikembalikan

Kamis, 6 Juni 2024 - 23:48 WIB

Wisnu Harto S.H : Penahanan Kepala Desa Krinjing Tidak Sesuai Prosedur dan Dipaksakan, Dirinya Menuntut Praperadilan

Rabu, 5 Juni 2024 - 11:56 WIB

Polres Pali Usut Kasus Penipuan Dump Truk di Wilayahnya

Senin, 3 Juni 2024 - 17:22 WIB

Anggota Patroli Polsek Kembangan Terkena Bacokan Saat Hendak Bubarkan Tawuran di Meruya Utara

Senin, 20 Mei 2024 - 23:16 WIB

Polres Prabumulih Tangkap Bidan Gadungan yang Diduga Tewaskan Pasiennya

Senin, 20 Mei 2024 - 20:26 WIB

7 Tahun Mangkrak, Polres Jakbar Belum Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul

Kamis, 16 Mei 2024 - 19:37 WIB

Advokat Betawi Kawal Kasus Penusukan Imam Musholla di Kedoya yang Dilakukan OTK

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca