Polisi Tangkap Wanita Penyayat Leher yang Viral di Medos

  • Whatsapp

ifakta.co, Jakarta – Polsek Taman Sari Jakarta Barat berhasil mengamankan tersangka penyayatan terhadap korban seorang perempuan berinisial NGT 25 tahun di jembatan penyeberangan orang (JPO) Olimo Taman Sari Jakarta Barat.

Sebelummya pada Minggu 26 Januari 2020, viral di akun twitter berita tentang adanya korban perempuan yang mengalami luka sayat yang dilakukan oleh pelaku tidak dikenal. Diduga menggunakan silet untuk melukai korban hingga korban mengalami luka sayat di bagian leher hingga kepala.

Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Abdul Ghafur mengatakan, polisi berhasil menangkap tersangka yang melakukan penyayatan seorang penumpang TransJakarta bernama NGT (25). Pelaku diduga menyayat leher korban NGT dengan menggunakan kuku bagian telunjuk. 

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/1) pagi di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, tepatnya di Halte Olimo.

“Alhamdulillah sudah ditangkap gak jauh di sekitar TKP juga, pelaku (penyayatan) merupakan seorang perempuan berinisial YAT alias YHY berumur 37 tahun,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Selasa 28 Januari 2020.

Berdasarkan hasil penyelidikan pelaku Y ini penagguran dan sebagai tunawisma, tersangka juga dalam kondisi sedang mengalami depresi.

“Dari medsos itulah, kami melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP,” ungkapnya.

Abdul melanjutkan, setelah itu polisi melakukan penelusuran ke rumah sakit. Lalu dari rumah sakit petugas mendapatkan titik terang terkait pengobatan korban yang mengalami luka itu.

“Setelah korban diketahui, kami memandu korban untuk membuat Laporan Polisi di kantor Polsek Taman Sari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Taman Sari kompol Rango Siregar menjelaskan, pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari warga sekitar lokasi, keterangan dari korban dan dari rekaman CCTV. Berangkat dari hasil temuan informasi tersebut anggota langsung bergerak cepat untuk menelusuri tempat kejadian.

“Pelaku akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan observasi melalui dokter kejiwaan,” ujarnya. (amy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.