JAKARTA – Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Se-Jabodetabek melakukan aksi damai terkait kasus pembunuhan terhadap anggotanya Mulyana (Molek), di Ruko Taman Palem Lestari pada Jumat Malam (28/1/2022) pukul 21.40 wib.
Massa datang dengan membawa spanduk yang bertuliskan “Kami Forkabi Se-Jabodetabek Memberi Apresiasi pada Polres Jakarta Barat dan Kami minta Pelaku dihukum seberat-beratnya” yang dibentangkan depan gerbang Markas Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat.
Aksi damai Forkabi disambut baik pihak kepolisian dan meminta perwakilan dari aksi masuk keruang tamu Polres metro Jakarta Barat untuk menjelaskan maksud dan tujuan mengadakan aksi tersebut.
Iklan
H. Sarmilih. SH ketua DPD Forkabi Jakbar berterima kasih dan memberi apresiasi kepada Polres Metro Jakarta Barat, yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan anggota kami dengan cepat yaitu hanya empat jam.
“Forkabi Jakarta Barat berterima kasih kepada kepolisian, khususnya Polres Jakarta Barat, yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan anggota kami dengan cepat, yaitu hanya empat jam sudah berhasil ditangkap,” kata H. Sarmilih SH, kepada Kompol Joko Dwi Harsono, Rabu (02/02/2022).
Pihak Polres metro Jakbar diwakili oleh Kasat Reskrim Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan, bahwa penangkapan pelaku adalah tugas rutin kepolisian.
“Setiap ada tindak pidana dari masyarakat, kami akan berupaya mencari pelakunya, kami berharap ormas Forkabi bisa bersinergi menjaga situasi kamtibmas “ kata Kasat Reskrim.
Selanjutnya Ketua DPD Forkabi Jakarta Barat H. Sarmilih SH memberikan cenderamata kepada kasat Reskrim Polres Jakarta Barat dan meminta kepada anggotanya agar membubarkan diri.
“Mari kita membubarkan diri, biarkan aparat kepolisian mengerjakan sesuai fungsinya dan kita selalu mengawal sampai persidangan, jika ada yang janggal atau patut diduga atau mencurigakan kita akan berkoordinasi kembali kepada pihak yang terkait, jadikan kejadian ini pelajaran buat kita, saya ingin Forkabi di Jakarta Barat adalah Forkabi yang profesional, intelektual dan mengangkat harkat martabat masyarakat betawi,” kata Haji Sarmilih.
(Rinto)




