BANYUMAS, ifakta.co – Kesulitan mempertahankan perhatian, kebiasaan bergerak terus-menerus, hingga tindakan spontan terkadang membuat seseorang kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus dan mengganggu kehidupan, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Salah satu kemungkinan yang perlu dikenali ialah Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf atau neurodevelopmental disorder. Kondisi ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur perhatian, mengendalikan dorongan, serta mengelola tingkat aktivitas. ADHD paling sering mulai menunjukkan gejala sejak masa kanak-kanak. Akan tetapi, gejalanya dapat berlanjut hingga remaja dan dewasa.

Iklan

Setiap orang dengan ADHD dapat menunjukkan karakteristik yang berbeda. Sebagian mengalami kesulitan berkonsentrasi, sedangkan sebagian lainnya lebih menonjolkan perilaku hiperaktif dan impulsif. Ada pula individu yang mengalami ketiga karakteristik tersebut sekaligus.

Tiga Jenis ADHD dan Karakteristiknya

Tenaga kesehatan mengenali tiga bentuk presentasi ADHD berdasarkan gejala yang paling dominan. Pembagian ini membantu tenaga profesional memahami pola perilaku seseorang.

1. ADHD dominan inatensi

Inatensi merujuk pada kesulitan mempertahankan perhatian. Seseorang dengan karakteristik ini biasanya mudah kehilangan fokus ketika mengerjakan tugas atau mengikuti percakapan.

Beberapa tandanya meliputi:

  • Sering melakukan kesalahan karena kurang memperhatikan detail.
  • Kesulitan mengikuti instruksi hingga tuntas.
  • Mudah teralihkan oleh suara atau aktivitas di sekitarnya.
  • Sering lupa terhadap kegiatan sehari-hari.
  • Kerap kehilangan barang pribadi.
  • Kesulitan mengatur waktu dan menyelesaikan pekerjaan.

2. ADHD dominan hiperaktif-impulsif

Pada tipe ini, perilaku hiperaktif dan impulsif lebih menonjol daripada masalah perhatian. Seseorang mungkin merasa sulit untuk duduk tenang atau menahan dorongan untuk segera bertindak.

Karakteristiknya antara lain sering menggerakkan tangan dan kaki, berbicara berlebihan, menyela pembicaraan, serta kesulitan menunggu giliran. Anak-anak juga mungkin sering berlari atau memanjat ketika situasi tidak memungkinkan.

3. ADHD kombinasi

Tipe kombinasi memperlihatkan gejala inatensi sekaligus hiperaktif-impulsif. Seseorang dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, sering bergerak, dan bertindak tanpa mempertimbangkan akibatnya.

Pola gejala setiap individu tidak selalu sama. Bahkan, karakteristik ADHD dapat berubah seiring pertambahan usia.

Apa Penyebab ADHD?

Hingga kini, para peneliti belum menemukan satu penyebab pasti ADHD. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran penting. Selain itu, perbedaan perkembangan dan aktivitas otak juga berkaitan dengan kondisi ini.

Iklan